Artikel

Learning Hub: Menyiapkan Guru SMAGA Menjadi Trainer, Menggema Melampaui Batas Sekolah

Tahun 2026 menjadi momen terakhir pelaksanaan program Bakti BCA di SMAN 3 Penajam Paser Utara (SMAGA). Tiga tahun perjalanan bersama ini menghadirkan berbagai program untuk memperkuat pengelolaan kelas, karakter murid, literasi sains, teknologi digital, dan kapasitas guru. Namun, setiap kerja sama memiliki batas waktu. Saat program mendekati akhir, muncul pertanyaan penting: Apa yang akan kita lakukan dengan pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik selama tiga tahun ini? Bagi SMAGA, berakhirnya Bakti BCA bukanlah alasan untuk berhenti. Momen ini justru menjadi kesempatan emas untuk memperluas manfaat. Guru-guru di SMAGA tidak hanya menyimpan pengalaman tersebut untuk diri sendiri, tetapi juga membagikannya kepada pendidik lain yang belum mendapatkan kesempatan serupa. Dari sinilah gagasan Learning Hub menemukan maknanya. Learning Hub bukan sekadar kegiatan pelatihan biasa. Wadah ini menjadi ruang bagi guru SMAGA untuk bertumbuh dari penerima pembelajaran menjadi pembelajar yang aktif berbagi. Pengetahuan bergerak dari satu ruang kelas ke ruang kelas lainnya, dari sekolah ke sekolah, dan antar-sesama guru. Pendidikan terasa jauh lebih bermakna ketika kita membagikan dan mengembangkan praktik baik bersama-sama. Dari Guru yang Mengajar Menuju Guru yang Menginspirasi Pelatihan dari Pimpinan Kuanta, Coach Fauzi, makin memperkuat harapan untuk mencetak guru SMAGA menjadi seorang trainer. Lewat antusiasme dan energinya, beliau mengajak para guru melihat potensi diri dari sudut pandang yang lebih luas. Selama ini, guru terbiasa berdiri di depan kelas. Setiap hari mereka menyampaikan materi, membangun interaksi, merespons pertanyaan, serta mengelola dinamika murid. Tanpa disadari, rutinitas ini membentuk keterampilan berkomunikasi dan memfasilitasi pembelajaran. Lalu, mengapa tidak melangkah ke ruang yang lebih luas? Menjadi trainer tidak mengharuskan guru berhenti mengajar di kelas. Peran ini justru memperluas kompetensi yang sudah terbangun. Guru memegang pengalaman nyata dalam menghadapi tantangan, menemukan strategi, dan merefleksikan praktik pembelajaran. Pengalaman tersebut akan bernilai tinggi jika guru menyampaikannya secara terstruktur, relevan, dan mudah dipahami orang lain. Tentu, menjadi trainer membutuhkan persiapan matang. Penguasaan materi saja tidak cukup; seorang trainer juga harus membangun kepercayaan diri, mengasah keterampilan komunikasi, memahami karakteristik peserta, dan menciptakan suasana belajar yang interaktif. Pelatihan ini menyadarkan guru bahwa kemampuan mengajar dan melatih saling berkaitan, meskipun membutuhkan pengembangan spesifik. Guru tidak perlu menunggu sempurna untuk mulai berbagi, tetapi harus terus belajar agar materi yang dibagikan semakin bernilai. STEMNOVA: Langkah Awal Menghidupkan Learning Hub di SMAGA Untuk mewujudkan semangat tersebut, SMAN 3 Penajam Paser Utara menyelenggarakan Pelatihan STEMNOVA pada 15—17 September 2026. Kegiatan perdana ini menghadirkan para guru jenjang SD hingga SMA di wilayah Sepaku. Pelaksanaan acara ini menjadi milestone penting dalam perjalanan Learning Hub. Sebelumnya, pihak sekolah membentuk panitia inti Learning Hub dan tim pendukung untuk menyiapkan agenda penutup program Bakti BCA. Proses persiapan menuntut koordinasi, pembagian tugas, dan komunikasi yang intensif. Tentu setiap kegiatan besar menyimpan tantangannya sendiri. Panitia harus menyesuaikan berbagai hal, menyelesaikan hambatan, dan menjaga komitmen bersama. Namun, justru dari proses di balik layar inilah pembelajaran berharga muncul. Kerja keras dan kerja sama tim akhirnya membuah hasil. Pelatihan STEMNOVA berjalan lancar dan mendapatkan sambutan hangat dari peserta. Kehadiran pendidik dari berbagai jenjang membuktikan bahwa ruang belajar tidak mengenal batas tingkat sekolah. Setiap guru membawa pengalaman dan praktik baik yang saling memperkaya. Learning Hub pun mulai menjelma menjadi ruang nyata bagi guru untuk belajar, berbagi, dan saling menguatkan. Menaklukkan Ketakutan: Seni Menjadi Seorang Trainer Salah satu pelajaran penting dalam proses ini adalah cara mengelola rasa takut saat tampil sebagai trainer. Berbicara di hadapan rekan sejawat kerap memberi tekanan tersendiri bagi sebagian guru. Rasa gugup, khawatir materi tidak tersampaikan dengan baik, atau takut situasi tak terkendali sering kali muncul. Perasaan tersebut sangat wajar dalam proses belajar. Menjadi trainer bukan berarti tidak pernah ragu, melainkan mampu menyiapkan diri dan merespons situasi dengan tenang. Selain menguasai materi, seorang trainer harus pandai membaca situasi, berimprovisasi, dan menyesuaikan pendekatan saat rencana tidak berjalan mulus. Ada kalanya peserta membutuhkan penjelasan tambahan atau suasana kelas mendadak pasif. Bahkan, trainer sendiri bisa mengalami kaku saat menyampaikan materi. Dalam kondisi ini, pengelolaan diri menjadi kunci. Menarik napas dalam-dalam, menyusun ulang alur alur alur pemikiran, melempar pertanyaan, atau membagikan cerita nyata bisa menjadi strategi ampuh untuk menghidupkan kembali kelas. Inilah seni berbicara di depan umum: bukan sekadar merangkai kata, melainkan menghadirkan ketenangan, membangun koneksi, dan mengaktifkan keterlibatan peserta. Seorang trainer tidak harus sempurna, tetapi wajib membuka diri untuk belajar, berani berproses, dan rendah hati memperbaiki kekurangan. Kolaborasi sebagai Kekuatan Transformasi Guru Transformasi guru menjadi trainer tidak bisa bertumpu pada satu atau dua orang saja. Peran ini membutuhkan dukungan penuh pimpinan sekolah, tim penggerak, dan seluruh jajaran guru. Penguatan melalui Supervisi, Monitoring, dan Evaluasi (SME) dapat menjadi wadah untuk meningkatkan kualitas guru secara konsisten. Pengembangan kapasitas trainer mencakup perencanaan pelatihan, penguasaan substansi, strategi fasilitasi, hingga evaluasi dan refleksi. Jika sistem ini berjalan rapi, setiap guru memiliki peluang emas untuk mengoptimalkan potensi uniknya. Sebagian guru mahir dalam menyampaikan materi, sebagian unggul dalam membangun interaksi, sementara yang lain terampil mengelola acara atau menyusun perangkat dan evaluasi. Keberagaman ini justru menjadi kekuatan besar saat berpadu dalam kolaborasi yang solid. Oleh sebab itu, Learning Hub harus bergerak sebagai gerakan bersama. Makin banyak guru yang terlibat, makin kaya pula praktik baik yang tercipta. Keberhasilan program tidak hanya diukur dari terlaksananya acara, tetapi dari seberapa besar peningkatan kapasitas manusia di dalamnya. Menjadi Trainer, Memperluas Dampak dan Makna Pengabdian Menjadi trainer membuka ruang luas bagi pengembangan diri guru. Melalui proses berbagi, guru dapat memperdalam materi, mengasah komunikasi, memperluas jejaring profesional, serta merefleksikan kembali metode mengajar di kelas. Bagi sekolah, kemampuan ini memperkuat budaya berbagi dan memperluas kemitraan antarlembaga. Namun, makna trainer jauh melampaui pengembangan karier atau reputasi sekolah. Ada nilai pengabdian yang luhur di sana: membagikan ilmu agar orang lain turut berkembang. Saat guru SMAGA membagikan pengalamannya kepada guru dari sekolah lain, ide-ide dan praktik baik baru akan bermunculan. Dampak positif dari pembelajaran ini pun akan menembus batas ruang dan waktu. Program Bakti BCA boleh saja selesai, tetapi ilmu, keterampilan, dan semangat berbagi akan terus hidup melalui komitmen sekolah. Keberlanjutan sejati terletak pada tindakan nyata untuk menjaga nilai-nilai baik ini tetap menyala. Menjaga Api Learning Hub agar Terus Menyala Perjalanan Learning Hub di SMAGA baru saja dimulai. Pelatihan STEMNOVA lalu menjadi bahan refleksi berharga untuk

Read More »

Mengakar Budaya: Membentuk Karakter Unggul Lewat Literasi Pagi di SMAN 3 PPU

Pendidikan abad ke-21 menuntut sekolah tidak hanya menjadi tempat penyerapan materi akademis. Sebaliknya, sekolah harus menjadi kawah pembentukan karakter. Sebab, pengetahuan tanpa fondasi moral, kedisiplinan, dan identitas budaya hanya melahirkan generasi yang krisis kepribadian. Oleh karena itu, memahami tantangan ini, SMA Negeri 3 Penajam Paser Utara menghadirkan terobosan melalui pembiasaan Literasi Pagi dan Apel Pagi. Sekolah menggelar kegiatan ini secara konsisten setiap Selasa hingga Jumat pada pukul 07.15 hingga 07.30 WITA. Selanjutnya, waktu 15 menit sebelum jam pelajaran ini dimaksimalkan untuk membangun iklim belajar yang inklusif, berwawasan luas, dan berkarakter. Sinergi Tiga Bahasa: Melestarikan Akar, Membuka Jendela Dunia Keunikan utama program literasi di SMAN 3 PPU terletak pada penggunaan tiga bahasa: Bahasa Indonesia, Bahasa Paser, dan Bahasa Inggris. Kombinasi ini memberikan wawasan mendalam tentang keseimbangan identitas seorang pelajar: Pembinaan Spiritual yang Inklusif dan Toleran Setelah sesi literasi tiga bahasa, kegiatan berlanjut ke pendalaman nilai kerohanian sesuai keyakinan masing-masing. Langkah ini menegaskan SMAN 3 PPU sebagai rumah belajar yang menjunjung tinggi toleransi dan kesetaraan. Sekolah memberikan hak yang sama kepada seluruh siswa untuk menguatkan spiritualitas sebelum menuntut ilmu. Rangkaian Menuju Kelas: Apel Pagi dan Kesiapan Belajar Tepat pukul 07.25 WITA, seluruh warga sekolah melaksanakan Apel Pagi setelah pembacaan kitab suci usai. Momen ini menjadi sarana konsolidasi antar-siswa dan guru, penyampaian arahan singkat, serta penanaman kedisiplinan. Setelah apel usai, para siswa berjalan tertib menuju ruang kelas masing-masing. Transisi dari kegiatan spiritual dan literasi menuju KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) membuat kondisi psikologis siswa lebih siap, tenang, dan fokus menerima pelajaran. Bagaimana Literasi Pagi Memperkuat Karakter Siswa? Rutinitas singkat ini bukan sekadar formalitas pengisi waktu, melainkan instrumen pembentukan karakter yang holistik (Character Building): Inovasi Sederhana dengan Dampak Luar Biasa Pengalaman SMAN 3 PPU membuktikan bahwa transformasi karakter tidak selalu membutuhkan program yang rumit atau berbiaya besar. Melalui konsistensi, integrasi nilai lokal-global, dan penghormatan atas keberagaman, waktu 15 menit setiap pagi menjadi fondasi kuat untuk mencetak generasi penerus yang cerdas, berbudaya, toleran, dan berkarakter mulia. Praktik baik ini dapat menjadi inspirasi bahwa pembiasaan kecil yang rutin merupakan kunci utama pembentukan manusia seutuhnya.

Read More »

Semarak Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia: OSIS SMAN 3 Penajam Paser Utara Gelar Lomba “NAVARA” Jalin Persatuan dan Kreativitas

PENAJAM PASER UTARA – Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMAN 3 Penajam Paser Utara menggelar rangkaian lomba bertajuk “NAVARA”. Acara ini berlangsung selama tiga hari, mulai 18 hingga 20 Agustus 2026. Selain itu, kegiatan ini bertujuan mempererat tali silaturahmi seluruh warga sekolah dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. Pembukaan Resmi dan Pesan Kepala Sekolah Kepala SMAN 3 Penajam Paser Utara, Yusva, S.Pd., membuka acara ini secara resmi pada Selasa (18/8). Beliau mengajak seluruh warga sekolah untuk memaknai kemerdekaan melalui tindakan nyata. “Peringatan kemerdekaan ini merupakan momentum penting. Oleh karena itu, kita harus memupuk jiwa nasionalisme dan solidaritas. Mari kita terus berkarya dan berprestasi bersama,” tegas Yusva saat memberikan pengarahan. Filosofi dan Semangat Lomba NAVARA Ketua Panitia Pelaksana, Annis Nurlaily, menjelaskan makna di balik nama “NAVARA”. Nama tersebut menjadi wadah inklusif untuk menyalurkan kreativitas siswa dan guru. Selain itu, ajang ini juga bertujuan membakar semangat sportivitas. “Kami ingin menciptakan ruang ekspresi bagi setiap siswa. Oleh sebab itu, kemenangan bukanlah target utama kami. Namun, kami memprioritaskan rasa saling menghargai dan kerja sama tim,” ujar Annis. Ragam Lomba Tradisional dan Digital Panitia merancang enam jenis perlombaan yang menarik. Pertama, peserta mengikuti lomba fisik dan tradisional seperti voli terpal, egrang, serta paku dalam botol. Gelak tawa penonton pun mewarnai area perlombaan tersebut. Selanjutnya, panitia juga menggelar lomba seni dan teknologi. Para siswa menunjukkan bakat mereka melalui lomba merias wajah, poster digital, serta paduan suara. Penutupan dan Antusiasme Warga Sekolah Seluruh siswa dan guru menunjukkan antusiasme tinggi hingga hari penutupan pada Kamis (20/8). Melalui agenda NAVARA ini, SMAN 3 Penajam Paser Utara berhasil merayakan kemerdekaan secara edukatif dan penuh kebersamaan.

Read More »

SMAN 3 PPU Gelar Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 dengan Khidmat

PENAJAM PASER UTARA, 14 Agustus 2026 – SMAN 3 Penajam Paser Utara menggelar upacara Hari Pramuka ke-65. Bahkan, kegiatan ini berlangsung khidmat di Lapangan Upacara pada Jumat, 14 Agustus 2026. Oleh karena itu, ratusan siswa, guru, dan tenaga kependidikan berkumpul sejak pagi hari. Mereka bersiap menyambut momentum bersejarah bagi Gerakan Pramuka Indonesia tersebut. Pelaksanaan Upacara Hari Pramuka di SMAN 3 Kepala SMAN 3 Penajam Paser Utara, Bapak Yusva, S.Pd., bertindak sebagai Kakak Pembina Upacara. Beliau memimpin seluruh jalannya prosesi dengan tegas. Selain itu, Pak Yusva membacakan sambutan resmi Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Adapun tema yang diusung adalah “Memantapkan langkah organisasi mendukung Swasembada pangan menuju indonesia emas 2045”. Komitmen Mendukung Swasembada Pangan Dalam upacara Hari Pramuka tersebut, Pak Yusva menekankan pentingnya transformasi Gerakan Pramuka. Sebab, wadah ini harus mencetak generasi muda yang tangguh. Dengan demikian, anggota Pramuka mampu memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan nasional. Tidak hanya itu, beliau mengutip arahan pusat agar anggota Pramuka aktif mendukung program swasembada pangan. Pasalnya, program ini menjadi pilar utama menyongsong masa depan bangsa. “Gerakan Pramuka harus terus memantapkan langkah organisasi serta memperkuat peran nyata dalam mendukung swasembada pangan nasional demi menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegas Pak Yusva. Amanat Khusus Pembina Upacara Selanjutnya, Pak Yusva menyampaikan amanat khusus dari pembina upacara. Beliau meminta siswa SMAN 3 Penajam Paser Utara mengamalkan nilai-nilai Dasa Darma. Khususnya, nilai-nilai ini perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kedisiplinan dan kepedulian lingkungan merupakan fondasi penting karakter pemuda yang mandiri. “Kalian adalah calon pemimpin masa depan, maka manfaatkanlah wadah Pramuka ini untuk mengasah kecakapan hidup, menjaga kelestarian alam, serta memelopori pemanfaatan lahan produktif di sekitar kita,” tutur Pak Yusva. Akhirnya, seluruh peserta upacara Hari Pramuka menutup rangkaian kegiatan dengan doa bersama. Kemudian, mereka melakukan penghormatan terakhir kepada bendera Merah Putih. Hasilnya, peringatan ini berhasil mempererat tali persaudaraan seluruh warga sekolah.

Read More »

Menjaga Api Kebaikan Tetap Menyala: SMAN 3 PPU Optimis Kembangkan Sistem Learning Hub Bersama Sekolah Bakti BCA

Perjalanan panjang dalam menuntun kualitas pendidikan tidak pernah terjadi secara instan, melainkan membutuhkan proses, komitmen, serta kerja keras berkelanjutan. Oleh karena itu, SMAN 3 Penajam Paser Utara terus berkomitmen merawat setiap benih perubahan positif yang telah tumbuh di lingkungan sekolahnya. SMAN 3 Penajam Paser Utara membuktikan komitmen tersebut melalui penyelenggaraan kegiatan Pendampingan Pengembangan Sistem Learning Hub Sekolah Bakti BCA. Kegiatan tersebut berlangsung secara hangat dan produktif selama tiga hari, terhitung mulai dari tanggal 4 hingga 6 Agustus 2026. Sebagai latar belakang, langkah strategis ini tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian program pendampingan Sekolah Bakti BCA di SMAN 3 PPU. Selama kurun waktu tersebut, buah manis dari hasil kolaborasi yang berkelanjutan ini telah terlihat nyata di berbagai sudut lingkungan sekolah. Cara mengajar guru yang jauh lebih hidup serta kehadiran budaya sekolah yang semakin kuat kini mewarnai seluruh lingkungan belajar. Sekolah berhasil mengukir berbagai macam rekor capaian yang sangat membanggakan dari seluruh murid-murid berprestasi di dalam maupun luar lingkungan. Kendati demikian, pencapaian luar biasa ini kini berhasil menghadirkan sebuah bentuk kesadaran baru di antara seluruh warga komunitas sekolah. Sebab, warga sekolah memegang teguh satu keyakinan sederhana: hal baik yang dibangun terlalu berharga jika berhenti di satu sekolah saja. Maka dari itu, tim menyelenggarakan pendampingan Learning Hub untuk memastikan bahwa transformasi yang terwujud tidak menguap begitu saja setelah usai. Melalui pendampingan intensif tiga hari tersebut, tim merancang Learning Hub sebagai wadah terstruktur untuk merangkum seluruh praktik baik dan dinamika. Di samping itu, pengembang membangun sistem ini agar seluruh kebaikan dapat terus tumbuh, berkembang, serta menyebar ke sekolah lain di sekitarnya. Pada akhirnya, semangat sepanjang pendampingan sistem learning hub Sekolah Bakti BCA menjadi pijakan kokoh SMAN 3 PPU dalam memberi dampak. Dengan demikian, Learning Hub bukan sekadar pustaka digital, melainkan jembatan inspirasi yang menyalakan api kebaikan bagi dunia pendidikan luas.

Read More »

Terapkan Disiplin Sejak Awal SMAN 3 PENAJAM PASER UTARA, Sosialisasikan Tata Tertib SMAN 3 PENAJAM PASER UTARA di MPLS 2026

Sepaku—SMA Negeri 3 Penajam Paser Utara resmi membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Tahun Ajaran 2026/2027 pada Senin, 13 Juli 2026. Sebanyak 189 murid baru kelas X menjalani seluruh rangkaian kegiatan selama lima hari yang menekankan penanaman disiplin dan tata tertib. Saat membuka MPLS, Kepala SMAN 3 Penajam Paser Utara menegaskan bahwa tata tertib merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter siswa. “Tata tertib bukan untuk mengekang, tapi untuk melatih tanggung jawab. Kami ingin murid baru memahami sejak hari pertama bahwa sekolah adalah rumah kedua yang harus dijaga bersama,” ujarnya. Poin Tata Tertib SMAN 3 Penajam Paser Utara yang Wajib Murid Baru Patuhi: Berikut adalah hasil revisi teks menjadi 3 kalimat dengan syarat setiap kalimat terdiri dari tepat 20 kata: Pihak sekolah membekali panitia MPLS dari OSIS agar mereka dapat menyelenggarakan kegiatan secara edukatif, kreatif, serta bebas perundungan. Melalui penerapan tata tertib sejak awal kegiatan, sekolah berharap murid baru SMAN 3 Penajam Paser Utara beradaptasi cepat. Selain itu, para murid baru diharapkan siap menempuh pendidikan di sekolah dengan meraih berbagai prestasi dan berakhlak mulia.

Read More »

Menemukan Jati Diri Melalui Ekstrakurikuler di SMAN 3 Penajam Paser Utara

Masa SMA bukan hanya tentang bergelut dengan buku pelajaran di dalam kelas. Lebih dari itu, masa ini adalah momen emas untuk menemukan potensi diri, membangun karakter, dan mengukir kenangan terbaik. Oleh karena itu, SMAN 3 Penajam Paser Utara (PPU) menyajikan wadah pengembangan diri tersebut lewat ragam kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) yang dinamis dan sarat prestasi. Khususnya bagi para siswa yang ingin mengasah soft skills, kepemimpinan, hingga ketahanan fisik, berikut adalah empat ekskul unggulan di SMAN 3 PPU yang siap menempa kalian menjadi generasi unggul. Pramuka: Penjaga Pilar Karakter dan Kemandirian Gerakan Pramuka di SMAN 3 PPU bukan sekadar kegiatan wajib atau pelengkap struktur sekolah. Sebaliknya, Pramuka di sini menjadi kawah candradimuka yang membentuk mental kepemimpinan, kemandirian, dan kepedulian sosial. Capaian Prestasi Pramuka SMAN 3 PPU: PMR (Palang Merah Remaja): Mengabdi dengan Hati, Menolong Sesama Siswa yang memiliki jiwa kemanusiaan tinggi dan tertarik pada dunia kesehatan akan menemukan tempat yang tepat di PMR SMAN 3 PPU. Oleh sebab itu, ekskul ini berdiri di garda terdepan sekolah untuk memberikan pertolongan pertama dan mengampanyekan hidup sehat. Capaian Prestasi PMR SMAN 3 PPU: Paskibraka: Wujud Cinta Tanah Air dan Disiplin Tinggi Disamping itu siswa yang bergabung dengan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) tentu merasakan kebanggaan tersendiri. Di SMAN 3 PPU, ekskul ini menerapkan kedisiplinan semi-militer namun tetap menjaga rasa kekeluargaan. Dengan demikian, ekskul ini secara efektif menempa fisik sekaligus mental untuk membentuk pribadi yang tegap dan berwibawa. Capaian Prestasi Paskibraka SMAN 3 PPU: Tahun 2025 antara lain : Tahun 2026 antara lain : Bola Voli: Mengukir Prestasi Lewat Kerja Sama Tim Para pencinta olahraga dan kompetisi dapat memilih ekskul Bola Voli SMAN 3 PPU yang menawarkan wadah kompetitif sekaligus menyenangkan. Alhasil, tim voli menjadi salah satu cabang olahraga favorit yang kerap menyumbang trofi bagi sekolah. Capaian Prestasi Bola Voli SMAN 3 PPU:

Read More »

PUTUS RANTAI BULLYING, SMAN 3 PPU MAKSIMALKAN PERAN RUANG AMAN BK

SMAN Tiga Penajam Paser Utara di Sepaku berkomitmen penuh menciptakan lingkungan belajar aman, sehat, dan bebas dari segala kekerasan. Pihak sekolah sangat fokus melindungi seluruh peserta didik dari ancaman kekerasan, baik yang berupa fisik maupun tindakan verbal. Oleh karena itu, sekolah mengambil langkah tegas dengan memperketat pengawasan lingkungan mereka guna merespons maraknya isu perundungan saat ini. Langkah taktis tersebut sengaja berjalan efektif agar para peserta didik selalu merasa aman selama mereka menuntut ilmu di sekolah. Upaya tersebut sangat penting agar para peserta didik selalu merasa aman selama mereka menuntut ilmu di lingkungan sekolah. Kenyamanan siswa di kelas menjadi prioritas utama yang ingin dicapai melalui kebijakan tegas dari pihak manajemen sekolah tersebut. Kebijakan Tegas Kepala Sekolah Selain itu, kenyamanan siswa di kelas menjadi prioritas utama yang ingin dicapai melalui kebijakan tegas dari manajemen sekolah. Kepala SMAN Tiga PPU, Pak Yusva, menegaskan bahwa pihak manajemen sekolah kini resmi menerapkan sebuah kebijakan toleransi nol. Kebijakan tegas tersebut sengaja berlaku ketat terhadap segala macam tindakan yang mengarah pada perilaku perundungan antar sesama siswa. Selanjutnya, aturan ini mengikat menyeluruh bagi seluruh warga sekolah, baik di dalam maupun di luar jam pelaksanaan kegiatan. “Bagi kami di SMAN 3 PPU, kenyamanan dan ruang psikologis siswa adalah prioritas utama. Sekolah harus menjadi rumah kedua yang aman. Kami tidak akan menoleransi tindakan bullying dalam bentuk apa pun, mulai dari ejekan verbal, pengucilan, hingga kekerasan fisik. Sanksi tegas sesuai tata tertib sekolah siap diberlakukan bagi siapa saja yang terbukti melanggar,” Ujar Pak Yusva saat ditemui di ruang kerjanya. Optimalisasi Peran Layanan BK Guna memperkuat kebijakan tersebut, SMAN Tiga PPU memaksimalkan peran layanan Bimbingan dan Konseling sebagai garda terdepan pencegahan masalah. Keberadaan ruang BK akhirnya berfungsi meminimalkan potensi konflik dan menjadi wadah penanganan utama bagi seluruh dinamika kesiswaan mereka. Kemudian, Guru Bimbingan Konseling, Ibu Yuyun Sulistyowati, menjelaskan bahwa pihak manajemen sekolah selalu mengedepankan pendekatan persuasif kepada siswa. Sekolah juga menyediakan ruang pengaduan guna menjamin keamanan serta menjaga kerahasiaan bagi seluruh peserta didik yang membutuhkan bantuan. “Kami rutin melakukan sosialisasi ke setiap kelas untuk membangun kesadaran siswa tentang dampak buruk perundungan bagi masa depan. Pintu ruang BK selalu terbuka lebar, bukan sebagai tempat menghukum, melainkan sebagai ruang aman bagi siswa untuk bercerita, berkonsultasi, dan mendapatkan perlindungan psikologis tanpa rasa takut,” Jelas Ibu Yuyun Sulistyowati, S.Pd. Pihak manajemen sekolah sangat meyakini bahwa sinergi kuat antara kebijakan tegas kepala sekolah merupakan modal utama yang paling berharga. Jika memadukan pendekatan humanis dari tim BK, langkah strategis tersebut pasti menjadi kunci sukses memutus mata rantai perundungan. “Harapan kami, SMAN 3 PPU bersih dari bullying. Kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki empati tinggi, berkarakter mulia, dan saling menghargai sesama teman,” Imbuh Pak Yusva mengakhiri pernyataannya. Sebagai bentuk nyata penolakan terhadap perundungan, SMAN Tiga PPU secara berkala terus menyelipkan edukasi penting mengenai nilai antiberundungan. Materi tersebut tersampaikan di sela-sela kegiatan kesiswaan serta pelaksanaan program sosialisasi berbasis penguatan karakter kepada para peserta didik. Mewujudkan Sekolah Ramah Anak Akhirnya, pendekatan persuasif ini terbukti sangat efektif dalam menciptakan atmosfer lingkungan sekolah yang penuh dengan rasa kekeluargaan kita. Melalui suasana harmonis tersebut, seluruh siswa dapat saling mendukung dengan baik dalam bidang akademis maupun potensi non-akademis mereka. Melalui komitmen bersama antara guru, orang tua, dan komite, SMAN Tiga PPU bertekad untuk terus mempertahankan status terbaik mereka. Jadi, lingkungan bebas perundungan tersebut akan menjadi fondasi kokoh untuk mencetak lulusan unggul yang siap berkontribusi bagi masyarakat. Penulis : Sy. Zuhrah A

Read More »

Sinergi Sportivitas dan Kreativitas: Rangkaian Classmeet 2026 SMA Negeri 3 PPU Sukses Gelar

SEPAKU — Hiruk-pikuk keceriaan mewarnai sekolah saat rangkaian Classmeet dan Gebyar Karya 2026 SMAN 3 PPU resmi berakhir pada Rabu. Kegiatan setelah ujian semester ini sukses menjadi wadah siswa untuk menyalurkan bakat olahraga, potensi seni, hingga simulasi dunia wirausaha. Kemeriahan Turnamen Voli Campuran Awalnya, kemeriahan turnamen Voli Campuran bergulir sejak pekan lalu. Sistem gugur format Best of Three membuat tensi pertandingan terasa sangat tinggi. Selain itu, aturan wajib komposisi seimbang antara tiga pemain putra dan tiga pemain putri melahirkan berbagai strategi permainan yang unik. Bahkan, beberapa laga penentu berlangsung dramatis hingga set ketiga. Tensi memuncak saat tim saling mengejar angka menuju poin kemenangan lima belas. Oleh karena itu, panitia menguji kedisiplinan peserta melalui aturan wajib bersepatu. Akhirnya, seluruh perwakilan kelas mematuhi regulasi tersebut dengan baik. Panitia menutup rangkaian acara dengan mengumumkan pemenang voli serta membagikan hadiah, menandai awal liburan sekolah lewat prestasi yang manis. Penulis : Sy. Zuhrah A

Read More »

Intip Persiapan Intensif OSN SMAN 3 Penajam Paser Utara, Siap Cetak Prestasi!

Semangat berprestasi yang sangat tinggi kini terus menyelimuti seluruh lingkungan SMAN 3 Penajam Paser Utara menjelang pelaksanaan agenda kompetisi sains. Saat ini, sejumlah siswa-siswi pilihan sedang fokus mengikuti program bimbingan intensif untuk menghadapi Olimpiade Sains Nasional yang dinilai sangat bergengsi. Strategi Guru Pembina Olimpiade Pihak lembaga pendidikan sengaja meluncurkan kegiatan terpadu ini untuk senantiasa mempersiapkan mental serta pemahaman materi sains seluruh siswa peserta. Kepala sekolah menegaskan bahwa pihak lembaga pendidikan akan memberikan dukungan penuh terhadap kesuksesan pelaksanaan program bimbingan khusus olimpiade sains tersebut. Warga sekolah di daerah ini memandang ajang OSN SMAN 3 Penajam Paser Utara bukan sekadar sebuah kompetisi akademik biasa. Pihak sekolah menjadikan kompetisi ilmiah tahunan ini sebagai wadah yang sangat krusial untuk menjaring sekaligus mengasah bakat akademik siswa. Guru pembina selalu melaksanakan program bimbingan khusus ini secara terjadwal dan juga terstruktur setelah jam pelajaran reguler selesai dilaksanakan. Selanjutnya, para guru pembina akan terus memberikan pendalaman materi yang sangat komprehensif serta latihan soal tingkat tinggi secara berkala. Selain membahas materi teori, fokus utama program bimbingan juga mengarah langsung pada pengembangan kemampuan computational thinking secara intensif kepada siswa. Guru menilai hal tersebut sangat krusial, terutama untuk setiap bidang olimpiade yang membutuhkan pemecahan masalah kompleks seperti Informatika komputer. Para guru pembina tidak hanya melatih siswa untuk menjawab soal dengan benar, melainkan juga mendidik mereka agar selalu berpikir kritis. Siswa Kreatif Hadapi Tantangan Lewat metode bimbingan aktif, para siswa tumbuh menjadi jauh lebih kreatif serta tidak mudah menyerah saat menghadapi soal-soal sulit. Di samping itu, para siswa yang mengikuti bimbingan sains ini terlihat jelas menunjukkan motivasi tinggi dan antusiasme luar biasa. Meskipun mereka harus rela belajar ekstra di luar jam kelas reguler, siswa tetap menunjukkan komitmen belajar yang sangat hebat. Kemudian, suasana di dalam ruang bimbingan juga selalu tampak hidup karena adanya diskusi aktif antara siswa dan seluruh guru pembina. Untuk mendukung kelancaran kegiatan, pihak sekolah juga turut memfasilitasi semua kebutuhan sarana penunjang belajar yang sangat memadai sekarang. Sekolah menyediakan fasilitas terbaik mulai dari ruang kelas nyaman, akses internet cepat, hingga penyediaan modul latihan olimpiade paling terbaru. Melalui persiapan yang sangat matang ini, seluruh tim perwakilan OSN SMAN 3 Penajam Paser Utara berharap membawa pulang prestasi membanggakan. Oleh sebab itu, aliran dukungan positif serta doa dari segenap warga sekolah dan orang tua murid terus mengalir tanpa henti. Semoga para duta sains sekolah ini mampu mengukir prestasi gemilang yang sangat membanggakan bagi seluruh wilayah Penajam Paser Utara tercinta.

Read More »

Learning Hub: Menyiapkan Guru SMAGA Menjadi Trainer, Menggema Melampaui Batas Sekolah

Tahun 2026 menjadi momen terakhir pelaksanaan program Bakti BCA di SMAN 3 Penajam Paser Utara (SMAGA). Tiga tahun perjalanan bersama ini menghadirkan berbagai program untuk memperkuat pengelolaan kelas, karakter murid, literasi sains, teknologi digital, dan kapasitas guru. Namun, setiap kerja sama memiliki batas waktu. Saat program mendekati akhir, muncul pertanyaan penting: Apa yang akan kita lakukan dengan pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik selama tiga tahun ini? Bagi SMAGA, berakhirnya Bakti BCA bukanlah alasan untuk berhenti. Momen ini justru menjadi kesempatan emas untuk memperluas manfaat. Guru-guru di SMAGA tidak hanya menyimpan pengalaman tersebut untuk diri sendiri, tetapi juga membagikannya kepada pendidik lain yang belum mendapatkan kesempatan serupa. Dari sinilah gagasan Learning Hub menemukan maknanya. Learning Hub bukan sekadar kegiatan pelatihan biasa. Wadah ini menjadi ruang bagi guru SMAGA untuk bertumbuh dari penerima pembelajaran menjadi pembelajar yang aktif berbagi. Pengetahuan bergerak dari satu ruang kelas ke ruang kelas lainnya, dari sekolah ke sekolah, dan antar-sesama guru. Pendidikan terasa jauh lebih bermakna ketika kita membagikan dan mengembangkan praktik baik bersama-sama. Dari Guru yang Mengajar Menuju Guru yang Menginspirasi Pelatihan dari Pimpinan Kuanta, Coach Fauzi, makin memperkuat harapan untuk mencetak guru SMAGA menjadi seorang trainer. Lewat antusiasme dan energinya, beliau mengajak para guru melihat potensi diri dari sudut pandang yang lebih luas. Selama ini, guru terbiasa berdiri di depan kelas. Setiap hari mereka menyampaikan materi, membangun interaksi, merespons pertanyaan, serta mengelola dinamika murid. Tanpa disadari, rutinitas ini membentuk keterampilan berkomunikasi dan memfasilitasi pembelajaran. Lalu, mengapa tidak melangkah ke ruang yang lebih luas? Menjadi trainer tidak mengharuskan guru berhenti mengajar di kelas. Peran ini justru memperluas kompetensi yang sudah terbangun. Guru memegang pengalaman nyata dalam menghadapi tantangan, menemukan strategi, dan merefleksikan praktik pembelajaran. Pengalaman tersebut akan bernilai tinggi jika guru menyampaikannya secara terstruktur, relevan, dan mudah dipahami orang lain. Tentu, menjadi trainer membutuhkan persiapan matang. Penguasaan materi saja tidak cukup; seorang trainer juga harus membangun kepercayaan diri, mengasah keterampilan komunikasi, memahami karakteristik peserta, dan menciptakan suasana belajar yang interaktif. Pelatihan ini menyadarkan guru bahwa kemampuan mengajar dan melatih saling berkaitan, meskipun membutuhkan pengembangan spesifik. Guru tidak perlu menunggu sempurna untuk mulai berbagi, tetapi harus terus belajar agar materi yang dibagikan semakin bernilai. STEMNOVA: Langkah Awal Menghidupkan Learning Hub di SMAGA Untuk mewujudkan semangat tersebut, SMAN 3 Penajam Paser Utara menyelenggarakan Pelatihan STEMNOVA pada 15—17 September 2026. Kegiatan perdana ini menghadirkan para guru jenjang SD hingga SMA di wilayah Sepaku. Pelaksanaan acara ini menjadi milestone penting dalam perjalanan Learning Hub. Sebelumnya, pihak sekolah membentuk panitia inti Learning Hub dan tim pendukung untuk menyiapkan agenda penutup program Bakti BCA. Proses persiapan menuntut koordinasi, pembagian tugas, dan komunikasi yang intensif. Tentu setiap kegiatan besar menyimpan tantangannya sendiri. Panitia harus menyesuaikan berbagai hal, menyelesaikan hambatan, dan menjaga komitmen bersama. Namun, justru dari proses di balik layar inilah pembelajaran berharga muncul. Kerja keras dan kerja sama tim akhirnya membuah hasil. Pelatihan STEMNOVA berjalan lancar dan mendapatkan sambutan hangat dari peserta. Kehadiran pendidik dari berbagai jenjang membuktikan bahwa ruang belajar tidak mengenal batas tingkat sekolah. Setiap guru membawa pengalaman dan praktik baik yang saling memperkaya. Learning Hub pun mulai menjelma menjadi ruang nyata bagi guru untuk belajar, berbagi, dan saling menguatkan. Menaklukkan Ketakutan: Seni Menjadi Seorang Trainer Salah satu pelajaran penting dalam proses ini adalah cara mengelola rasa takut saat tampil sebagai trainer. Berbicara di hadapan rekan sejawat kerap memberi tekanan tersendiri bagi sebagian guru. Rasa gugup, khawatir materi tidak tersampaikan dengan baik, atau takut situasi tak terkendali sering kali muncul. Perasaan tersebut sangat wajar dalam proses belajar. Menjadi trainer bukan berarti tidak pernah ragu, melainkan mampu menyiapkan diri dan merespons situasi dengan tenang. Selain menguasai materi, seorang trainer harus pandai membaca situasi, berimprovisasi, dan menyesuaikan pendekatan saat rencana tidak berjalan mulus. Ada kalanya peserta membutuhkan penjelasan tambahan atau suasana kelas mendadak pasif. Bahkan, trainer sendiri bisa mengalami kaku saat menyampaikan materi. Dalam kondisi ini, pengelolaan diri menjadi kunci. Menarik napas dalam-dalam, menyusun ulang alur alur alur pemikiran, melempar pertanyaan, atau membagikan cerita nyata bisa menjadi strategi ampuh untuk menghidupkan kembali kelas. Inilah seni berbicara di depan umum: bukan sekadar merangkai kata, melainkan menghadirkan ketenangan, membangun koneksi, dan mengaktifkan keterlibatan peserta. Seorang trainer tidak harus sempurna, tetapi wajib membuka diri untuk belajar, berani berproses, dan rendah hati memperbaiki kekurangan. Kolaborasi sebagai Kekuatan Transformasi Guru Transformasi guru menjadi trainer tidak bisa bertumpu pada satu atau dua orang saja. Peran ini membutuhkan dukungan penuh pimpinan sekolah, tim penggerak, dan seluruh jajaran guru. Penguatan melalui Supervisi, Monitoring, dan Evaluasi (SME) dapat menjadi wadah untuk meningkatkan kualitas guru secara konsisten. Pengembangan kapasitas trainer mencakup perencanaan pelatihan, penguasaan substansi, strategi fasilitasi, hingga evaluasi dan refleksi. Jika sistem ini berjalan rapi, setiap guru memiliki peluang emas untuk mengoptimalkan potensi uniknya. Sebagian guru mahir dalam menyampaikan materi, sebagian unggul dalam membangun interaksi, sementara yang lain terampil mengelola acara atau menyusun perangkat dan evaluasi. Keberagaman ini justru menjadi kekuatan besar saat berpadu dalam kolaborasi yang solid. Oleh sebab itu, Learning Hub harus bergerak sebagai gerakan bersama. Makin banyak guru yang terlibat, makin kaya pula praktik baik yang tercipta. Keberhasilan program tidak hanya diukur dari terlaksananya acara, tetapi dari seberapa besar peningkatan kapasitas manusia di dalamnya. Menjadi Trainer, Memperluas Dampak dan Makna Pengabdian Menjadi trainer membuka ruang luas bagi pengembangan diri guru. Melalui proses berbagi, guru dapat memperdalam materi, mengasah komunikasi, memperluas jejaring profesional, serta merefleksikan kembali metode mengajar di kelas. Bagi sekolah, kemampuan ini memperkuat budaya berbagi dan memperluas kemitraan antarlembaga. Namun, makna trainer jauh melampaui pengembangan karier atau reputasi sekolah. Ada nilai pengabdian yang luhur di sana: membagikan ilmu agar orang lain turut berkembang. Saat guru SMAGA membagikan pengalamannya kepada guru dari sekolah lain, ide-ide dan praktik baik baru akan bermunculan. Dampak positif dari pembelajaran ini pun akan menembus batas ruang dan waktu. Program Bakti BCA boleh saja selesai, tetapi ilmu, keterampilan, dan semangat berbagi akan terus hidup melalui komitmen sekolah. Keberlanjutan sejati terletak pada tindakan nyata untuk menjaga nilai-nilai baik ini tetap menyala. Menjaga Api Learning Hub agar Terus Menyala Perjalanan Learning Hub di SMAGA baru saja dimulai. Pelatihan STEMNOVA lalu menjadi bahan refleksi berharga untuk

Read More »

Mengakar Budaya: Membentuk Karakter Unggul Lewat Literasi Pagi di SMAN 3 PPU

Pendidikan abad ke-21 menuntut sekolah tidak hanya menjadi tempat penyerapan materi akademis. Sebaliknya, sekolah harus menjadi kawah pembentukan karakter. Sebab, pengetahuan tanpa fondasi moral, kedisiplinan, dan identitas budaya hanya melahirkan generasi yang krisis kepribadian. Oleh karena itu, memahami tantangan ini, SMA Negeri 3 Penajam Paser Utara menghadirkan terobosan melalui pembiasaan Literasi Pagi dan Apel Pagi. Sekolah menggelar kegiatan ini secara konsisten setiap Selasa hingga Jumat pada pukul 07.15 hingga 07.30 WITA. Selanjutnya, waktu 15 menit sebelum jam pelajaran ini dimaksimalkan untuk membangun iklim belajar yang inklusif, berwawasan luas, dan berkarakter. Sinergi Tiga Bahasa: Melestarikan Akar, Membuka Jendela Dunia Keunikan utama program literasi di SMAN 3 PPU terletak pada penggunaan tiga bahasa: Bahasa Indonesia, Bahasa Paser, dan Bahasa Inggris. Kombinasi ini memberikan wawasan mendalam tentang keseimbangan identitas seorang pelajar: Pembinaan Spiritual yang Inklusif dan Toleran Setelah sesi literasi tiga bahasa, kegiatan berlanjut ke pendalaman nilai kerohanian sesuai keyakinan masing-masing. Langkah ini menegaskan SMAN 3 PPU sebagai rumah belajar yang menjunjung tinggi toleransi dan kesetaraan. Sekolah memberikan hak yang sama kepada seluruh siswa untuk menguatkan spiritualitas sebelum menuntut ilmu. Rangkaian Menuju Kelas: Apel Pagi dan Kesiapan Belajar Tepat pukul 07.25 WITA, seluruh warga sekolah melaksanakan Apel Pagi setelah pembacaan kitab suci usai. Momen ini menjadi sarana konsolidasi antar-siswa dan guru, penyampaian arahan singkat, serta penanaman kedisiplinan. Setelah apel usai, para siswa berjalan tertib menuju ruang kelas masing-masing. Transisi dari kegiatan spiritual dan literasi menuju KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) membuat kondisi psikologis siswa lebih siap, tenang, dan fokus menerima pelajaran. Bagaimana Literasi Pagi Memperkuat Karakter Siswa? Rutinitas singkat ini bukan sekadar formalitas pengisi waktu, melainkan instrumen pembentukan karakter yang holistik (Character Building): Inovasi Sederhana dengan Dampak Luar Biasa Pengalaman SMAN 3 PPU membuktikan bahwa transformasi karakter tidak selalu membutuhkan program yang rumit atau berbiaya besar. Melalui konsistensi, integrasi nilai lokal-global, dan penghormatan atas keberagaman, waktu 15 menit setiap pagi menjadi fondasi kuat untuk mencetak generasi penerus yang cerdas, berbudaya, toleran, dan berkarakter mulia. Praktik baik ini dapat menjadi inspirasi bahwa pembiasaan kecil yang rutin merupakan kunci utama pembentukan manusia seutuhnya.

Read More »

Semarak Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia: OSIS SMAN 3 Penajam Paser Utara Gelar Lomba “NAVARA” Jalin Persatuan dan Kreativitas

PENAJAM PASER UTARA – Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMAN 3 Penajam Paser Utara menggelar rangkaian lomba bertajuk “NAVARA”. Acara ini berlangsung selama tiga hari, mulai 18 hingga 20 Agustus 2026. Selain itu, kegiatan ini bertujuan mempererat tali silaturahmi seluruh warga sekolah dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. Pembukaan Resmi dan Pesan Kepala Sekolah Kepala SMAN 3 Penajam Paser Utara, Yusva, S.Pd., membuka acara ini secara resmi pada Selasa (18/8). Beliau mengajak seluruh warga sekolah untuk memaknai kemerdekaan melalui tindakan nyata. “Peringatan kemerdekaan ini merupakan momentum penting. Oleh karena itu, kita harus memupuk jiwa nasionalisme dan solidaritas. Mari kita terus berkarya dan berprestasi bersama,” tegas Yusva saat memberikan pengarahan. Filosofi dan Semangat Lomba NAVARA Ketua Panitia Pelaksana, Annis Nurlaily, menjelaskan makna di balik nama “NAVARA”. Nama tersebut menjadi wadah inklusif untuk menyalurkan kreativitas siswa dan guru. Selain itu, ajang ini juga bertujuan membakar semangat sportivitas. “Kami ingin menciptakan ruang ekspresi bagi setiap siswa. Oleh sebab itu, kemenangan bukanlah target utama kami. Namun, kami memprioritaskan rasa saling menghargai dan kerja sama tim,” ujar Annis. Ragam Lomba Tradisional dan Digital Panitia merancang enam jenis perlombaan yang menarik. Pertama, peserta mengikuti lomba fisik dan tradisional seperti voli terpal, egrang, serta paku dalam botol. Gelak tawa penonton pun mewarnai area perlombaan tersebut. Selanjutnya, panitia juga menggelar lomba seni dan teknologi. Para siswa menunjukkan bakat mereka melalui lomba merias wajah, poster digital, serta paduan suara. Penutupan dan Antusiasme Warga Sekolah Seluruh siswa dan guru menunjukkan antusiasme tinggi hingga hari penutupan pada Kamis (20/8). Melalui agenda NAVARA ini, SMAN 3 Penajam Paser Utara berhasil merayakan kemerdekaan secara edukatif dan penuh kebersamaan.

Read More »

SMAN 3 PPU Gelar Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 dengan Khidmat

PENAJAM PASER UTARA, 14 Agustus 2026 – SMAN 3 Penajam Paser Utara menggelar upacara Hari Pramuka ke-65. Bahkan, kegiatan ini berlangsung khidmat di Lapangan Upacara pada Jumat, 14 Agustus 2026. Oleh karena itu, ratusan siswa, guru, dan tenaga kependidikan berkumpul sejak pagi hari. Mereka bersiap menyambut momentum bersejarah bagi Gerakan Pramuka Indonesia tersebut. Pelaksanaan Upacara Hari Pramuka di SMAN 3 Kepala SMAN 3 Penajam Paser Utara, Bapak Yusva, S.Pd., bertindak sebagai Kakak Pembina Upacara. Beliau memimpin seluruh jalannya prosesi dengan tegas. Selain itu, Pak Yusva membacakan sambutan resmi Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Adapun tema yang diusung adalah “Memantapkan langkah organisasi mendukung Swasembada pangan menuju indonesia emas 2045”. Komitmen Mendukung Swasembada Pangan Dalam upacara Hari Pramuka tersebut, Pak Yusva menekankan pentingnya transformasi Gerakan Pramuka. Sebab, wadah ini harus mencetak generasi muda yang tangguh. Dengan demikian, anggota Pramuka mampu memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan nasional. Tidak hanya itu, beliau mengutip arahan pusat agar anggota Pramuka aktif mendukung program swasembada pangan. Pasalnya, program ini menjadi pilar utama menyongsong masa depan bangsa. “Gerakan Pramuka harus terus memantapkan langkah organisasi serta memperkuat peran nyata dalam mendukung swasembada pangan nasional demi menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegas Pak Yusva. Amanat Khusus Pembina Upacara Selanjutnya, Pak Yusva menyampaikan amanat khusus dari pembina upacara. Beliau meminta siswa SMAN 3 Penajam Paser Utara mengamalkan nilai-nilai Dasa Darma. Khususnya, nilai-nilai ini perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kedisiplinan dan kepedulian lingkungan merupakan fondasi penting karakter pemuda yang mandiri. “Kalian adalah calon pemimpin masa depan, maka manfaatkanlah wadah Pramuka ini untuk mengasah kecakapan hidup, menjaga kelestarian alam, serta memelopori pemanfaatan lahan produktif di sekitar kita,” tutur Pak Yusva. Akhirnya, seluruh peserta upacara Hari Pramuka menutup rangkaian kegiatan dengan doa bersama. Kemudian, mereka melakukan penghormatan terakhir kepada bendera Merah Putih. Hasilnya, peringatan ini berhasil mempererat tali persaudaraan seluruh warga sekolah.

Read More »

Menjaga Api Kebaikan Tetap Menyala: SMAN 3 PPU Optimis Kembangkan Sistem Learning Hub Bersama Sekolah Bakti BCA

Perjalanan panjang dalam menuntun kualitas pendidikan tidak pernah terjadi secara instan, melainkan membutuhkan proses, komitmen, serta kerja keras berkelanjutan. Oleh karena itu, SMAN 3 Penajam Paser Utara terus berkomitmen merawat setiap benih perubahan positif yang telah tumbuh di lingkungan sekolahnya. SMAN 3 Penajam Paser Utara membuktikan komitmen tersebut melalui penyelenggaraan kegiatan Pendampingan Pengembangan Sistem Learning Hub Sekolah Bakti BCA. Kegiatan tersebut berlangsung secara hangat dan produktif selama tiga hari, terhitung mulai dari tanggal 4 hingga 6 Agustus 2026. Sebagai latar belakang, langkah strategis ini tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian program pendampingan Sekolah Bakti BCA di SMAN 3 PPU. Selama kurun waktu tersebut, buah manis dari hasil kolaborasi yang berkelanjutan ini telah terlihat nyata di berbagai sudut lingkungan sekolah. Cara mengajar guru yang jauh lebih hidup serta kehadiran budaya sekolah yang semakin kuat kini mewarnai seluruh lingkungan belajar. Sekolah berhasil mengukir berbagai macam rekor capaian yang sangat membanggakan dari seluruh murid-murid berprestasi di dalam maupun luar lingkungan. Kendati demikian, pencapaian luar biasa ini kini berhasil menghadirkan sebuah bentuk kesadaran baru di antara seluruh warga komunitas sekolah. Sebab, warga sekolah memegang teguh satu keyakinan sederhana: hal baik yang dibangun terlalu berharga jika berhenti di satu sekolah saja. Maka dari itu, tim menyelenggarakan pendampingan Learning Hub untuk memastikan bahwa transformasi yang terwujud tidak menguap begitu saja setelah usai. Melalui pendampingan intensif tiga hari tersebut, tim merancang Learning Hub sebagai wadah terstruktur untuk merangkum seluruh praktik baik dan dinamika. Di samping itu, pengembang membangun sistem ini agar seluruh kebaikan dapat terus tumbuh, berkembang, serta menyebar ke sekolah lain di sekitarnya. Pada akhirnya, semangat sepanjang pendampingan sistem learning hub Sekolah Bakti BCA menjadi pijakan kokoh SMAN 3 PPU dalam memberi dampak. Dengan demikian, Learning Hub bukan sekadar pustaka digital, melainkan jembatan inspirasi yang menyalakan api kebaikan bagi dunia pendidikan luas.

Read More »

Terapkan Disiplin Sejak Awal SMAN 3 PENAJAM PASER UTARA, Sosialisasikan Tata Tertib SMAN 3 PENAJAM PASER UTARA di MPLS 2026

Sepaku—SMA Negeri 3 Penajam Paser Utara resmi membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Tahun Ajaran 2026/2027 pada Senin, 13 Juli 2026. Sebanyak 189 murid baru kelas X menjalani seluruh rangkaian kegiatan selama lima hari yang menekankan penanaman disiplin dan tata tertib. Saat membuka MPLS, Kepala SMAN 3 Penajam Paser Utara menegaskan bahwa tata tertib merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter siswa. “Tata tertib bukan untuk mengekang, tapi untuk melatih tanggung jawab. Kami ingin murid baru memahami sejak hari pertama bahwa sekolah adalah rumah kedua yang harus dijaga bersama,” ujarnya. Poin Tata Tertib SMAN 3 Penajam Paser Utara yang Wajib Murid Baru Patuhi: Berikut adalah hasil revisi teks menjadi 3 kalimat dengan syarat setiap kalimat terdiri dari tepat 20 kata: Pihak sekolah membekali panitia MPLS dari OSIS agar mereka dapat menyelenggarakan kegiatan secara edukatif, kreatif, serta bebas perundungan. Melalui penerapan tata tertib sejak awal kegiatan, sekolah berharap murid baru SMAN 3 Penajam Paser Utara beradaptasi cepat. Selain itu, para murid baru diharapkan siap menempuh pendidikan di sekolah dengan meraih berbagai prestasi dan berakhlak mulia.

Read More »

Menemukan Jati Diri Melalui Ekstrakurikuler di SMAN 3 Penajam Paser Utara

Masa SMA bukan hanya tentang bergelut dengan buku pelajaran di dalam kelas. Lebih dari itu, masa ini adalah momen emas untuk menemukan potensi diri, membangun karakter, dan mengukir kenangan terbaik. Oleh karena itu, SMAN 3 Penajam Paser Utara (PPU) menyajikan wadah pengembangan diri tersebut lewat ragam kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) yang dinamis dan sarat prestasi. Khususnya bagi para siswa yang ingin mengasah soft skills, kepemimpinan, hingga ketahanan fisik, berikut adalah empat ekskul unggulan di SMAN 3 PPU yang siap menempa kalian menjadi generasi unggul. Pramuka: Penjaga Pilar Karakter dan Kemandirian Gerakan Pramuka di SMAN 3 PPU bukan sekadar kegiatan wajib atau pelengkap struktur sekolah. Sebaliknya, Pramuka di sini menjadi kawah candradimuka yang membentuk mental kepemimpinan, kemandirian, dan kepedulian sosial. Capaian Prestasi Pramuka SMAN 3 PPU: PMR (Palang Merah Remaja): Mengabdi dengan Hati, Menolong Sesama Siswa yang memiliki jiwa kemanusiaan tinggi dan tertarik pada dunia kesehatan akan menemukan tempat yang tepat di PMR SMAN 3 PPU. Oleh sebab itu, ekskul ini berdiri di garda terdepan sekolah untuk memberikan pertolongan pertama dan mengampanyekan hidup sehat. Capaian Prestasi PMR SMAN 3 PPU: Paskibraka: Wujud Cinta Tanah Air dan Disiplin Tinggi Disamping itu siswa yang bergabung dengan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) tentu merasakan kebanggaan tersendiri. Di SMAN 3 PPU, ekskul ini menerapkan kedisiplinan semi-militer namun tetap menjaga rasa kekeluargaan. Dengan demikian, ekskul ini secara efektif menempa fisik sekaligus mental untuk membentuk pribadi yang tegap dan berwibawa. Capaian Prestasi Paskibraka SMAN 3 PPU: Tahun 2025 antara lain : Tahun 2026 antara lain : Bola Voli: Mengukir Prestasi Lewat Kerja Sama Tim Para pencinta olahraga dan kompetisi dapat memilih ekskul Bola Voli SMAN 3 PPU yang menawarkan wadah kompetitif sekaligus menyenangkan. Alhasil, tim voli menjadi salah satu cabang olahraga favorit yang kerap menyumbang trofi bagi sekolah. Capaian Prestasi Bola Voli SMAN 3 PPU:

Read More »

PUTUS RANTAI BULLYING, SMAN 3 PPU MAKSIMALKAN PERAN RUANG AMAN BK

SMAN Tiga Penajam Paser Utara di Sepaku berkomitmen penuh menciptakan lingkungan belajar aman, sehat, dan bebas dari segala kekerasan. Pihak sekolah sangat fokus melindungi seluruh peserta didik dari ancaman kekerasan, baik yang berupa fisik maupun tindakan verbal. Oleh karena itu, sekolah mengambil langkah tegas dengan memperketat pengawasan lingkungan mereka guna merespons maraknya isu perundungan saat ini. Langkah taktis tersebut sengaja berjalan efektif agar para peserta didik selalu merasa aman selama mereka menuntut ilmu di sekolah. Upaya tersebut sangat penting agar para peserta didik selalu merasa aman selama mereka menuntut ilmu di lingkungan sekolah. Kenyamanan siswa di kelas menjadi prioritas utama yang ingin dicapai melalui kebijakan tegas dari pihak manajemen sekolah tersebut. Kebijakan Tegas Kepala Sekolah Selain itu, kenyamanan siswa di kelas menjadi prioritas utama yang ingin dicapai melalui kebijakan tegas dari manajemen sekolah. Kepala SMAN Tiga PPU, Pak Yusva, menegaskan bahwa pihak manajemen sekolah kini resmi menerapkan sebuah kebijakan toleransi nol. Kebijakan tegas tersebut sengaja berlaku ketat terhadap segala macam tindakan yang mengarah pada perilaku perundungan antar sesama siswa. Selanjutnya, aturan ini mengikat menyeluruh bagi seluruh warga sekolah, baik di dalam maupun di luar jam pelaksanaan kegiatan. “Bagi kami di SMAN 3 PPU, kenyamanan dan ruang psikologis siswa adalah prioritas utama. Sekolah harus menjadi rumah kedua yang aman. Kami tidak akan menoleransi tindakan bullying dalam bentuk apa pun, mulai dari ejekan verbal, pengucilan, hingga kekerasan fisik. Sanksi tegas sesuai tata tertib sekolah siap diberlakukan bagi siapa saja yang terbukti melanggar,” Ujar Pak Yusva saat ditemui di ruang kerjanya. Optimalisasi Peran Layanan BK Guna memperkuat kebijakan tersebut, SMAN Tiga PPU memaksimalkan peran layanan Bimbingan dan Konseling sebagai garda terdepan pencegahan masalah. Keberadaan ruang BK akhirnya berfungsi meminimalkan potensi konflik dan menjadi wadah penanganan utama bagi seluruh dinamika kesiswaan mereka. Kemudian, Guru Bimbingan Konseling, Ibu Yuyun Sulistyowati, menjelaskan bahwa pihak manajemen sekolah selalu mengedepankan pendekatan persuasif kepada siswa. Sekolah juga menyediakan ruang pengaduan guna menjamin keamanan serta menjaga kerahasiaan bagi seluruh peserta didik yang membutuhkan bantuan. “Kami rutin melakukan sosialisasi ke setiap kelas untuk membangun kesadaran siswa tentang dampak buruk perundungan bagi masa depan. Pintu ruang BK selalu terbuka lebar, bukan sebagai tempat menghukum, melainkan sebagai ruang aman bagi siswa untuk bercerita, berkonsultasi, dan mendapatkan perlindungan psikologis tanpa rasa takut,” Jelas Ibu Yuyun Sulistyowati, S.Pd. Pihak manajemen sekolah sangat meyakini bahwa sinergi kuat antara kebijakan tegas kepala sekolah merupakan modal utama yang paling berharga. Jika memadukan pendekatan humanis dari tim BK, langkah strategis tersebut pasti menjadi kunci sukses memutus mata rantai perundungan. “Harapan kami, SMAN 3 PPU bersih dari bullying. Kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki empati tinggi, berkarakter mulia, dan saling menghargai sesama teman,” Imbuh Pak Yusva mengakhiri pernyataannya. Sebagai bentuk nyata penolakan terhadap perundungan, SMAN Tiga PPU secara berkala terus menyelipkan edukasi penting mengenai nilai antiberundungan. Materi tersebut tersampaikan di sela-sela kegiatan kesiswaan serta pelaksanaan program sosialisasi berbasis penguatan karakter kepada para peserta didik. Mewujudkan Sekolah Ramah Anak Akhirnya, pendekatan persuasif ini terbukti sangat efektif dalam menciptakan atmosfer lingkungan sekolah yang penuh dengan rasa kekeluargaan kita. Melalui suasana harmonis tersebut, seluruh siswa dapat saling mendukung dengan baik dalam bidang akademis maupun potensi non-akademis mereka. Melalui komitmen bersama antara guru, orang tua, dan komite, SMAN Tiga PPU bertekad untuk terus mempertahankan status terbaik mereka. Jadi, lingkungan bebas perundungan tersebut akan menjadi fondasi kokoh untuk mencetak lulusan unggul yang siap berkontribusi bagi masyarakat. Penulis : Sy. Zuhrah A

Read More »

Sinergi Sportivitas dan Kreativitas: Rangkaian Classmeet 2026 SMA Negeri 3 PPU Sukses Gelar

SEPAKU — Hiruk-pikuk keceriaan mewarnai sekolah saat rangkaian Classmeet dan Gebyar Karya 2026 SMAN 3 PPU resmi berakhir pada Rabu. Kegiatan setelah ujian semester ini sukses menjadi wadah siswa untuk menyalurkan bakat olahraga, potensi seni, hingga simulasi dunia wirausaha. Kemeriahan Turnamen Voli Campuran Awalnya, kemeriahan turnamen Voli Campuran bergulir sejak pekan lalu. Sistem gugur format Best of Three membuat tensi pertandingan terasa sangat tinggi. Selain itu, aturan wajib komposisi seimbang antara tiga pemain putra dan tiga pemain putri melahirkan berbagai strategi permainan yang unik. Bahkan, beberapa laga penentu berlangsung dramatis hingga set ketiga. Tensi memuncak saat tim saling mengejar angka menuju poin kemenangan lima belas. Oleh karena itu, panitia menguji kedisiplinan peserta melalui aturan wajib bersepatu. Akhirnya, seluruh perwakilan kelas mematuhi regulasi tersebut dengan baik. Panitia menutup rangkaian acara dengan mengumumkan pemenang voli serta membagikan hadiah, menandai awal liburan sekolah lewat prestasi yang manis. Penulis : Sy. Zuhrah A

Read More »

Intip Persiapan Intensif OSN SMAN 3 Penajam Paser Utara, Siap Cetak Prestasi!

Semangat berprestasi yang sangat tinggi kini terus menyelimuti seluruh lingkungan SMAN 3 Penajam Paser Utara menjelang pelaksanaan agenda kompetisi sains. Saat ini, sejumlah siswa-siswi pilihan sedang fokus mengikuti program bimbingan intensif untuk menghadapi Olimpiade Sains Nasional yang dinilai sangat bergengsi. Strategi Guru Pembina Olimpiade Pihak lembaga pendidikan sengaja meluncurkan kegiatan terpadu ini untuk senantiasa mempersiapkan mental serta pemahaman materi sains seluruh siswa peserta. Kepala sekolah menegaskan bahwa pihak lembaga pendidikan akan memberikan dukungan penuh terhadap kesuksesan pelaksanaan program bimbingan khusus olimpiade sains tersebut. Warga sekolah di daerah ini memandang ajang OSN SMAN 3 Penajam Paser Utara bukan sekadar sebuah kompetisi akademik biasa. Pihak sekolah menjadikan kompetisi ilmiah tahunan ini sebagai wadah yang sangat krusial untuk menjaring sekaligus mengasah bakat akademik siswa. Guru pembina selalu melaksanakan program bimbingan khusus ini secara terjadwal dan juga terstruktur setelah jam pelajaran reguler selesai dilaksanakan. Selanjutnya, para guru pembina akan terus memberikan pendalaman materi yang sangat komprehensif serta latihan soal tingkat tinggi secara berkala. Selain membahas materi teori, fokus utama program bimbingan juga mengarah langsung pada pengembangan kemampuan computational thinking secara intensif kepada siswa. Guru menilai hal tersebut sangat krusial, terutama untuk setiap bidang olimpiade yang membutuhkan pemecahan masalah kompleks seperti Informatika komputer. Para guru pembina tidak hanya melatih siswa untuk menjawab soal dengan benar, melainkan juga mendidik mereka agar selalu berpikir kritis. Siswa Kreatif Hadapi Tantangan Lewat metode bimbingan aktif, para siswa tumbuh menjadi jauh lebih kreatif serta tidak mudah menyerah saat menghadapi soal-soal sulit. Di samping itu, para siswa yang mengikuti bimbingan sains ini terlihat jelas menunjukkan motivasi tinggi dan antusiasme luar biasa. Meskipun mereka harus rela belajar ekstra di luar jam kelas reguler, siswa tetap menunjukkan komitmen belajar yang sangat hebat. Kemudian, suasana di dalam ruang bimbingan juga selalu tampak hidup karena adanya diskusi aktif antara siswa dan seluruh guru pembina. Untuk mendukung kelancaran kegiatan, pihak sekolah juga turut memfasilitasi semua kebutuhan sarana penunjang belajar yang sangat memadai sekarang. Sekolah menyediakan fasilitas terbaik mulai dari ruang kelas nyaman, akses internet cepat, hingga penyediaan modul latihan olimpiade paling terbaru. Melalui persiapan yang sangat matang ini, seluruh tim perwakilan OSN SMAN 3 Penajam Paser Utara berharap membawa pulang prestasi membanggakan. Oleh sebab itu, aliran dukungan positif serta doa dari segenap warga sekolah dan orang tua murid terus mengalir tanpa henti. Semoga para duta sains sekolah ini mampu mengukir prestasi gemilang yang sangat membanggakan bagi seluruh wilayah Penajam Paser Utara tercinta.

Read More »
Scroll to Top