
SMAN Tiga Penajam Paser Utara di Sepaku berkomitmen penuh menciptakan lingkungan belajar aman, sehat, dan bebas dari segala kekerasan.
Pihak sekolah sangat fokus melindungi seluruh peserta didik dari ancaman kekerasan, baik yang berupa fisik maupun tindakan verbal.
Oleh karena itu, sekolah mengambil langkah tegas dengan memperketat pengawasan lingkungan mereka guna merespons maraknya isu perundungan saat ini.
Langkah taktis tersebut sengaja berjalan efektif agar para peserta didik selalu merasa aman selama mereka menuntut ilmu di sekolah.
Upaya tersebut sangat penting agar para peserta didik selalu merasa aman selama mereka menuntut ilmu di lingkungan sekolah.
Kenyamanan siswa di kelas menjadi prioritas utama yang ingin dicapai melalui kebijakan tegas dari pihak manajemen sekolah tersebut.
Kebijakan Tegas Kepala Sekolah
Selain itu, kenyamanan siswa di kelas menjadi prioritas utama yang ingin dicapai melalui kebijakan tegas dari manajemen sekolah.
Kepala SMAN Tiga PPU, Pak Yusva, menegaskan bahwa pihak manajemen sekolah kini resmi menerapkan sebuah kebijakan toleransi nol.
Kebijakan tegas tersebut sengaja berlaku ketat terhadap segala macam tindakan yang mengarah pada perilaku perundungan antar sesama siswa.
Selanjutnya, aturan ini mengikat menyeluruh bagi seluruh warga sekolah, baik di dalam maupun di luar jam pelaksanaan kegiatan.
“Bagi kami di SMAN 3 PPU, kenyamanan dan ruang psikologis siswa adalah prioritas utama. Sekolah harus menjadi rumah kedua yang aman. Kami tidak akan menoleransi tindakan bullying dalam bentuk apa pun, mulai dari ejekan verbal, pengucilan, hingga kekerasan fisik. Sanksi tegas sesuai tata tertib sekolah siap diberlakukan bagi siapa saja yang terbukti melanggar,”
Ujar Pak Yusva saat ditemui di ruang kerjanya.
Optimalisasi Peran Layanan BK
Guna memperkuat kebijakan tersebut, SMAN Tiga PPU memaksimalkan peran layanan Bimbingan dan Konseling sebagai garda terdepan pencegahan masalah.
Keberadaan ruang BK akhirnya berfungsi meminimalkan potensi konflik dan menjadi wadah penanganan utama bagi seluruh dinamika kesiswaan mereka.
Kemudian, Guru Bimbingan Konseling, Ibu Yuyun Sulistyowati, menjelaskan bahwa pihak manajemen sekolah selalu mengedepankan pendekatan persuasif kepada siswa.
Sekolah juga menyediakan ruang pengaduan guna menjamin keamanan serta menjaga kerahasiaan bagi seluruh peserta didik yang membutuhkan bantuan.
“Kami rutin melakukan sosialisasi ke setiap kelas untuk membangun kesadaran siswa tentang dampak buruk perundungan bagi masa depan. Pintu ruang BK selalu terbuka lebar, bukan sebagai tempat menghukum, melainkan sebagai ruang aman bagi siswa untuk bercerita, berkonsultasi, dan mendapatkan perlindungan psikologis tanpa rasa takut,”
Jelas Ibu Yuyun Sulistyowati, S.Pd.
Pihak manajemen sekolah sangat meyakini bahwa sinergi kuat antara kebijakan tegas kepala sekolah merupakan modal utama yang paling berharga.
Jika memadukan pendekatan humanis dari tim BK, langkah strategis tersebut pasti menjadi kunci sukses memutus mata rantai perundungan.
“Harapan kami, SMAN 3 PPU bersih dari bullying. Kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki empati tinggi, berkarakter mulia, dan saling menghargai sesama teman,”
Imbuh Pak Yusva mengakhiri pernyataannya.

Sebagai bentuk nyata penolakan terhadap perundungan, SMAN Tiga PPU secara berkala terus menyelipkan edukasi penting mengenai nilai antiberundungan.
Materi tersebut tersampaikan di sela-sela kegiatan kesiswaan serta pelaksanaan program sosialisasi berbasis penguatan karakter kepada para peserta didik.
Mewujudkan Sekolah Ramah Anak
Akhirnya, pendekatan persuasif ini terbukti sangat efektif dalam menciptakan atmosfer lingkungan sekolah yang penuh dengan rasa kekeluargaan kita.
Melalui suasana harmonis tersebut, seluruh siswa dapat saling mendukung dengan baik dalam bidang akademis maupun potensi non-akademis mereka.
Melalui komitmen bersama antara guru, orang tua, dan komite, SMAN Tiga PPU bertekad untuk terus mempertahankan status terbaik mereka.
Jadi, lingkungan bebas perundungan tersebut akan menjadi fondasi kokoh untuk mencetak lulusan unggul yang siap berkontribusi bagi masyarakat.
Penulis : Sy. Zuhrah A




