Artikel

Artikel
Sitti Amelia

Dahsyatnya Fitnah Wanita

Buku ini membahas tentang fitnah wanita yang menjerumuskan para laki-laki dalam perkara yang haram dan menghalangi mereka dari perbuatan yang baik.

Read More »
Artikel
Ahmad Kholid Almuzakki

Sejarah Astronomi

Artikel ini menjelaskan tentang gambaran umum asal mula usul astronomi dan perkembangannya di Eropa Barat hingga masa Isaac Newton.

Read More »
Artikel
Maya Mulyasari

Menginspirasi dengan Gerak Tari

Remaja memiliki potensi yang begitu besar untuk tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya unggul secara akademis tetapi juga menginspirasi orang lain di sekitarnya. Sebagai siswa

Read More »

Dahsyatnya Fitnah Wanita

Buku ini membahas tentang fitnah wanita yang menjerumuskan para laki-laki dalam perkara yang haram dan menghalangi mereka dari perbuatan yang baik.

Read More »

Mempersiapkan Gelombang Baru Pembelajaran: Menyambut Deep Learning di Tahun Ajaran Mendatang

Lonceng sekolah akan segera berdering, menandakan dimulainya tahun ajaran baru. Di balik semangat pertemuan kembali dan buku-buku baru, tersimpan sebuah potensi transformatif yang siap diarusutamakan dalam dunia pendidikan: deep learning. Lebih dari sekadar tren pedagogis, deep learning menjanjikan pergeseran fundamental dalam cara siswa belajar dan guru memfasilitasi pembelajaran. Namun, menyambut gelombang baru ini memerlukan persiapan yang komprehensif dan kolaboratif dari seluruh ekosistem pendidikan. Artikel ini akan mengupas tuntas langkah-langkah krusial yang perlu diambil untuk memastikan integrasi deep learning yang efektif dan bermakna di tahun ajaran mendatang. Mengurai Makna Deep Learning dalam Konteks Pendidikan Sebelum melangkah lebih jauh, penting untuk memahami esensi dari deep learning dalam konteks pendidikan. Deep learning melampaui hafalan fakta dan prosedur rutin. Ia berfokus pada pengembangan pemahaman yang mendalam, kemampuan untuk menerapkan pengetahuan dalam konteks baru, dan transfer pembelajaran lintas disiplin ilmu. Siswa didorong untuk berpikir kritis, memecahkan masalah kompleks, berkreasi, dan berkolaborasi secara efektif. Intinya, deep learning bertujuan untuk menghasilkan pembelajar seumur hidup yang adaptif dan siap menghadapi tantangan dunia nyata. Pilar-Pilar Persiapan bagi Pendidik: Lebih dari Sekadar Mengajar Para pendidik memegang kunci utama dalam mengimplementasikan deep learning di kelas. Persiapan bagi mereka bukan hanya tentang menguasai materi ajar, tetapi juga tentang mengadopsi paradigma pengajaran yang baru. Mempersiapkan Siswa: Menjadi Pembelajar yang Berdaya Deep learning menuntut siswa untuk mengambil peran yang lebih aktif dan bertanggung jawab dalam pembelajaran mereka. Persiapan bagi siswa melibatkan penanaman pola pikir yang mendukung pertumbuhan dan pengembangan keterampilan metakognitif. Peran Sekolah dan Orang Tua: Menciptakan Ekosistem Pendukung Implementasi deep learning yang sukses membutuhkan dukungan yang kuat dari seluruh ekosistem pendidikan. Menuju Tahun Ajaran Baru yang Transformif Mempersiapkan diri untuk menyambut deep learning di tahun ajaran mendatang adalah investasi jangka panjang dalam masa depan pendidikan. Ini bukan hanya tentang mengadopsi metode pengajaran baru, tetapi tentang menumbuhkan generasi pembelajar yang memiliki pemahaman mendalam, keterampilan relevan, dan semangat untuk terus belajar dan berkembang. Dengan perencanaan yang matang, kolaborasi yang kuat, dan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan, gelombang baru pembelajaran ini akan membawa perubahan positif yang signifikan bagi siswa dan dunia pendidikan secara keseluruhan. Mari kita sambut tahun ajaran baru dengan semangat inovasi dan keyakinan bahwa deep learning akan membuka pintu menuju potensi belajar yang tak terbatas. This article was written by: Suwono, S.Pd

Read More »

Belajar Sambil Berkarya: Siswa SMA Negeri 3 Penajam Paser Utara Produksi Gula Aren dari Nira

Penajam Paser Utara – Siswa-siswi SMA Negeri 3 Penajam Paser Utara menunjukkan semangat belajar yang tinggi dalam kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Kearifan Lokal, melalui praktik pembuatan gula aren secara sederhana di lingkungan sekolah. Kegiatan ini dipandu langsung oleh para fasilitator kelas dan penanggung jawab P5 Pak Andre dan Ibu Ekawati. Proyek ini bertujuan untuk mengenalkan kembali kepada generasi muda salah satu warisan budaya lokal yang mulai jarang dikenal, yakni proses tradisional pembuatan gula aren dari air nira pohon enau. Kegiatan dilakukan secara bertahap, dimulai dari pengenalan pohon aren, pengambilan air nira, hingga proses pemanasan dan pencetakan menjadi gula padat siap pakai. Setiap kelas mendapatkan jatah 2,5 liter air nira sebagai bahan utama dalam praktik pembuatan gula aren. Air nira tersebut kemudian diolah oleh siswa melalui proses tradisional yang sederhana namun sarat pembelajaran. Mulai dari proses pemanasan di atas kompor, pengadukan secara terus-menerus, hingga pencetakan gula ke dalam cetakan batok atau wadah lainnya. “Proyek ini bertujuan mengenalkan siswa pada warisan budaya lokal dan mengasah keterampilan mereka dalam pengolahan bahan alam yang bernilai ekonomi,” ungkap Ibu Ekawati. Ia juga menambahkan bahwa proses ini mengajarkan siswa nilai-nilai kesabaran, kerja keras, dan kerja sama tim. Siswa yang terlibat tampak antusias mengikuti setiap proses. Selain mendapatkan pengetahuan baru, mereka juga memahami pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur. Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran kolaboratif, di mana siswa bekerja sama, berbagi tugas, dan menyelesaikan proses secara bersama-sama. Kegiatan berlangsung meriah dan penuh semangat. Siswa dari berbagai kelas tampak sangat antusias mengikuti seluruh tahapan, mulai dari persiapan hingga hasil akhir. Beberapa siswa bahkan berlomba-lomba mencetak gula dengan bentuk menarik. “Saya baru pertama kali melihat langsung cara membuat gula aren. Ternyata seru dan cukup menantang, apalagi saat harus mengaduk nira yang panas,” kata Bagus salah satu siswa kelas X sambil tersenyum. Melalui kegiatan ini, SMA Negeri 3 Penajam Paser Utara tidak hanya menanamkan nilai-nilai kebudayaan lokal, tetapi juga mendorong pembelajaran aktif berbasis pengalaman nyata, selaras dengan semangat kurikulum merdeka.Dengan dukungan penuh dari sekolah dan semangat siswa yang tinggi, kegiatan P5 ini menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran bisa dikemas dengan menyenangkan dan bermakna, sambil tetap melestarikan kearifan lokal yang berharga. This article was written by: Sitti Amelia, S.Pd

Read More »

Pelepasan Siswa SMAGA: Bukan Akhir, Tapi Awal Perjalanan Baru

Penajam Paser Utara _ Perpisahan dan pelepasan murid di sekolah bukan sekadar agenda tahunan. Tapi sebuah tradisi yang menyimpan lapisan emosi. Bahkan menjadi bagian dari budaya pendidikan di Indonesia meskipun bentuk dan skalanya berbeda-beda dimulai dengan yang sederhana sampai ke level yang memukau. Namun hakikatnya tetaplah sama yakni melepas murid yang telah menyelesaikan satu jenjang pendidikan. Tak hanya itu, di momen perpisahan sekolah selalu ada tawa yang mengiringi jejak kenangan, ada tetesan air mata yang tak mampu tepiskan, ada suasana haru karena melangkah menuju mimpi hingga berpelukan yang lebih berbicara daripada sekadar kata-kata. Semua momen itu merupakan bagian dari kejadian batin yang diam-diam mengajarkan banyak hal mengenai waktu, makna pertemanan, dan merelakan sesuatu yang sudah seharusnya berakhir. Diiringin cuaca mendung yang bergelayut di langit, perpisahan dan pelepasan kelas XII angkatan XXI dilaksanakan secara meriah dan penuh haru di lapangan SMAN 3 Penajam Paser Utara pada Hari Rabu, 30 April 2025. Seluruh siswa kelas XII tampil anggun dan menawan dengan balutan busana kebaya dan jas pilihan terbaiknya. Acara yang dimulai dari pembukaan, penampilan seni, sambutan, penganugerahan siswa berprestasi hingga puncak pelepasan yang menjadi rangkaian akhir acara pelepasan dan perpisahan di SMAN 3 Penajam Paser utara. Dalam sambutan kepala sekolah Bapak Yusva menyampaikan agar seluruh murid tetap menjaga nama baik sekolah dan menjaga silaturahmi dengan guru jika bertemu dengan guru. Menurut beliau, mengapa guru tidak menegur lebih dahulu karena banyaknya siswa yang diajarnya apalagi masa baktinya sudah lama jadi ingatan kepada nama siswa juga memiliki keterbatasan. “Angkatan XXI merupakan angkatan yang banyak menorehkan banyak prestasi yang mengharumkan nama baik sekolah baik di tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga nasional” ujar Pak Yusva dalam sambutannya. Begitu juga menurut salah satu kelas XII yang bernama Sabrina Ramadhani yang mendapat apresiasi sebagai siswa yang berprestasi sampai ke tingkat nasional sampai dua kali yakni sebagai potret Kurikulum Merdeka dan AHM Best Student.  Menurut Sabrina Ramadhani perpisahan sebagai refleksi yakni “Selama di SMA saya mendapat banyak momen berharga yang tidak akan pernah saya lupakan termasuk jadi salah satu siswa berprestasi, di balik setiap pencapaian itu ada perjuangan dan tenaga juga yang saya korbankan. Nggak selalu mudah, ada saat-saatnya saya gagal, capek, dan ragu sama diri sendiri. Tapi dari situ saya belajar untuk terus berusaha. Dan kegagalan-kegagalan kecil itulah saya tumbuh. Saya bersyukur dan berterima kasih punya keluarga, guru, dan teman-teman yang terus mendukung saya.  Prestasi ini bukan hanya milik saya, tapi juga milik semua yang sudah percaya dan menemani saya sepanjang perjalanan sekolah di SMAN 3 PPU”.  Itulah ungkapan rasa haru dan juga rasa bangga atas pencapaian prestasi Sabrina yang penuh perjuangan yang membuahkan hasil. Sampai puncak haru terasa saat pemutaran video kenangan perjalanan tiga tahun di bangku SMA. Banyak siswa tampak meneteskan air mata, mengenang momen suka duka selama proses belajar bersama. Sebagai penutup, seluruh siswa kelas XII mengabadikan momen dalam sesi foto bersama. “Ini bukan akhir, tapi awal dari cerita kami yang baru. Terima kasih SMAN 3 untuk segala kenangan indahnya,” ujar Tabina Anindita salah satu siswa kelas XII dengan mata berkaca-kaca yang banyak menorehkan prestasi terutama di jurnalistik. Acara perpisahan ini menjadi bukti bahwa akhir masa SMA bisa begitu indah, penuh makna, dan tak akan mudah dilupakan. This article was written by: Suciati, S.Pd

Read More »

SMAN 3 PPU Peringati Hari Pendidikan Nasional 2025 dengan Upacara Khidmat

Penajam, 2 Mei 2025 — Suasana khidmat dan penuh semangat menyelimuti halaman SMAN 3 Penajam Paser Utara (PPU) pada Jumat pagi, 2 Mei 2025. Seluruh warga sekolah berkumpul untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dengan melaksanakan upacara bendera sebagai bentuk penghormatan kepada Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hadjar Dewantara. Upacara dimulai pukul 07.00 WITA dan diikuti oleh kepala sekolah, guru, staf, serta seluruh siswa kelas X hingga XII. Bertindak sebagai pembina upacara adalah Bapak Suwono, salah satu guru senior SMAN 3 PPU yang dikenal sebagai sosok pendidik inspiratif dan berdedikasi tinggi. Dalam amanatnya, Pak Suwono menyampaikan tiga poin penting sebagai refleksi Hari Pendidikan Nasional, yaitu: “Mari kita jadikan Hari Pendidikan Nasional ini sebagai momentum untuk merefleksikan kembali makna pendidikan. Tidak hanya soal akademik, tetapi bagaimana pendidikan membentuk manusia yang cerdas, berkarakter, dan sehat,” tegas Pak Suwono. Selain itu, upacara juga dimeriahkan dengan pembacaan puisi bertema pendidikan oleh siswa OSIS, serta penampilan barisan petugas upacara yang tampil disiplin dan percaya diri. Peringatan Hardiknas 2025 di SMAN 3 PPU tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga sebagai bentuk komitmen bersama untuk terus memajukan dunia pendidikan.

Read More »

Sejarah Astronomi

Artikel ini menjelaskan tentang gambaran umum asal mula usul astronomi dan perkembangannya di Eropa Barat hingga masa Isaac Newton.

Read More »

SMAGA BERBENAH MENUJU ZERO SAMPAH

Sepaku, 19 Agustus 2024 — SMA Negeri 3 PPU, salah satu sekolah di Kabupaten Penajam Paser Utara, telah meluncurkan program untuk menjadi sekolah zero sampah. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengurangi dampak lingkungan dari sampah plastik yang dihasilkan selama jam sekolah. SMA Negeri 3 PPU yang disingkat SMAGA sedang melakukan Kampanye “Zero Sampah” yang mencakup berbagai inisiatif untuk mengurangi sampah dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama sampah plastik. Mereka diajak untuk membawa pulang sampah plastik yang mereka hasilkan, baik itu dari bekal makan siang, kemasan makanan ringan, maupun sampah lainnya. Program Zero Sampah ini melibatkan seluruh komunitas sekolah, termasuk siswa, guru, staf administrasi, orang tua,dan Ketua TIM GSS SMA 3 PPU. Program zero sampah ini diterapkan di seluruh area SMA N 3 PPU, yang terletak di Jalan Negara, KM 36 Desa Tengin Baru, Mulai dari ruang kelas, kantin, hingga area luar sekolah, semua area akan menerapkan praktik-praktik ramah lingkungan sesuai dengan standar program. Zero sampah Ini adalah inisiatif yang sangat bagus untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan menjaga lingkungan sekitar sekolah agar tampak bersih dan hijau. Inisiatif zero sampah resmi dimulai pada bulan Juli 2024. Selama bulan pertama, sekolah telah melakukan sosialisasi dan pelatihan intensif untuk memastikan semua pihak terlibat memahami dan mematuhi pedoman yang telah ditetapkan. Sampah plastik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai dan dapat mencemari tanah, air, dan udara. Dengan mengurangi sampah plastik, kita dapat menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Program ini bertujuan untuk meminimalkan sampah yang dihasilkan oleh sekolah dan mendorong siswa untuk mengadopsi kebiasaan yang lebih berkelanjutan. SMA N 3 PPU menerapkan beberapa strategi untuk mencapai tujuan zero sampah, berikut beberapa strategi yang dipaparkan tim GSS saat sosialisasi kepada peserta didik baru saat MPLS: Kampanye “Zero Sampah” yang dilakukan oleh SMAN 3 PPU merupakan langkah yang sangat baik untuk menjaga lingkungan. Kita semua dapat berkontribusi dalam kampanye ini dengan cara yang sederhana, namun memiliki dampak yang besar. Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk generasi mendatang.

Read More »

Menginspirasi dengan Gerak Tari

Remaja memiliki potensi yang begitu besar untuk tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya unggul secara akademis tetapi juga menginspirasi orang lain di sekitarnya. Sebagai siswa berprestasi, mereka menunjukkan komitmen, kerja keras, dan ketekunan dalam belajar sehingga membuahkan prestasi luar biasa di sekolah. Prestasi tersebut bisa berupa nilai akademis yang tinggi, penghargaan di berbagai kompetisi atau keterlibatan aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler. Namun, yang membuat seorang remaja benar-benar menginspirasi bukan hanya prestasi yang mereka raih, tetapi juga bagaimana mereka memanfaatkan kesuksesan tersebut untuk memberikan dampak positif bagi orang lain. Seorang remaja yang menginspirasi adalah mereka yang berbagi pengetahuan, mendukung teman-teman yang kesulitan, dan menjadi teladan dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Mereka memahami bahwa keberhasilannya tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga dapat digunakan untuk membantu orang lain tumbuh dan berkembang. Remaja yang berprestasi dan menginspirasi ini menjadi contoh nyata bahwa dengan kombinasi antara kemampuan akademis, kepemimpinan, dan rasa tanggung jawab sosial, mereka dapat menjadi agen perubahan yang positif, memotivasi generasi muda lainnya untuk mencapai potensi terbaik mereka dan berkontribusi bagi masyarakat. Pelestarian budaya memegang peranan penting dalam proses pendidikan siswa, kesadaran, dan penguatan pemahaman terhadap warisan yang dimiliki. Dengan melestarikan budaya, siswa dapat meningkatkan identitas serta mengembangkan rasa bangga terhadap asal-usul mereka. Kedua, pelestarian budaya mendorong pemahaman yang lebih mendalam atas istiadat adat dan nilai-nilai turun-temurun, serta tidak kalah pentingnya bagi warisan budaya itu sendiri. Pelestarian budaya juga membekali siswa dengan visi dunia yang lebih luas, mendorong toleransi, dan apresiasi terhadap keragaman budaya. Oleh karena itu, setiap siswa tidak hanya menjadi pengikut tradisi tetapi juga agen perubahan sosial yang mampu mempromosikan dan melindungi warisan budaya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendidikan budaya, siswa dapat belajar pentingnya menjaga keseimbangan antara mempertahankan warisan budaya dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Salah satu budaya yang wajib dilestarikan ialah seni tari. Tari, sebagai ungkapan artistik yang terkandung dalam cerita, adat istiadat dan nilai–nilai masyarakat memiliki peran penting dalam memperjuangkan keberlanjutan warisan kebudayaan. Setiap gerakan dalam tarian tradisional seringkali mengandung makna yang mendalam, mewakili sejarah, kepercayaan dan filosofi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Melestarikan kesenian tari bukan hanya soal memelihara tarian itu sendiri, tapi tentang mempertahankan identitas budaya dan memperkuat ikatan antar generasi. Bagi siswa, mempelajari serta melestarikan kesenian tari membantu mereka memahami dan menghargai kekayaan budaya yang dimiliki, serta berkontribusi pada pelestarian warisan budaya lokal. SMA Negeri 3 Penajam Paser Utara juga memiliki sosok inspiratif tersebut. Ia juga berkontribusi pada banyak kegiatan kebudayaan di luar maupun dalam sekolah bahkan hingga ke kancah internasional. Lutvi Angga Saputra atau kerap disapa Angga, merupakan siswa dari kelas 12-5 yang menjadi agen dalam pelestarian budaya, khususnya seni tari. Gambar 1.2 East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) Sumber: Dokpri Kegigihannya dan kecintaannya terhadap seni tari yang mana telah ia tekuni sejak duduk di bangku sekolah dasar mengantarkannya dalam partisipasi di kegiatan internasional, East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) dan menjadi salah satu penari yang tampil dalam upacara HUT RI ke-79 di Istana Negara Ibukota Nusantara. Mengaku terinspirasi oleh bibi nya yang menjadi Putri Duta Wisata kabupaten Penajam Paser Utara di tahun 2019, Angga kemudian mengikuti kegiatan yg dinaungi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tersebut. Mengikuti berbagai tahapan seleksi mulai dari tes tertulis hingga tes bakat yang mengharuskannya tampil di hadapan peserta lain tak membuat semangatnya surut. Bahkan ia rela menempuh jarak sejauh 62 km yang membutuhkan waktu selama 2 jam demi mengikuti serangkaian kegiatan tersebut. Ia juga menjalani karantina selama lebih dari 1 minggu beserta peserta lainnya selama masa pemilihan. Semua keringat dan air matanya terbayarkan dengan terpilihnya ia menjadi Putra Duta Tari kabupaten Penajam Paser Utara bersama pasangannya, Cecilia Anggun. Sebagai Putra Duta Tari kabupaten Penajam Paser Utara, tentunya ia memiliki banyak kesempatan untuk mengikuti kegiatan berbau kebudayaan diluar sana. Salah satu kegiatan yang luar biasa ialah menjadi salah satu perwakilan dari Indonesia untuk memamerkan kebudayaan Penajam Paser Utara di East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 26-30 Juli silam. Kegiatan tersebut dihadiri oleh beberapa negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Mesir, Polandia, Korea Selatan dan Bulgaria yang memamerkan keindahan budaya masing-masing negara. Angga dan beberapa perwakilan yang lain menuju podium untuk memperlihatkan baju khas kabupaten Penajam Paser Utara dan tak lupa tarian daerahnya. Kegiatan luar biasa yang ia ikuti ialah menjadi salah satu penari dalam penampilan Mawar Eva De Jongh, Novia Bachmid dan Olivia Pardede dalam mengisi Upacara Peringatan HUT RI ke-79 di Ibukota Negara Nusantara, Kalimantan Timur Gambar 1.3 Upacara HUT RI Sumber: Dokpri Menjadi salah satu dari banyaknya penari yang berada disana tentunya berasal dari perjuangan yang tidak mudah. Latihan setiap hari dalam beberapa minggu, hingga harus menempuh jarak yang jauh untuk melakukan latihan gabungan. Selain di luar sekolah, Angga juga tak kalah aktif dalam kegiatan di sekolah. Menjadi salah satu anggota OSIS dalam 2 periode berturut-turut dan menjadi perwakilan sekolah alam kegiatan akademis, Duta Pelajar Sadar Hukum misalnya. tak jarang, ia juga bersedia menyumbangkan tenaganya untuk menari dalam beberapa pesta penyambutan tamu di SMA. Ia juga senang membagikan kepiawaiannya dalam menari, untuk mengajari siswa yang ingin tampil atau mengikuti kegiatan yang berbau seni tari. Angga juga tergabung dengan salah satu program SAC (Smaga Achievers Club) sebagai wadah penyaluran bakat dan potensi siswa di bidang tari tradisional salah satunya. Sama sekali tidak mudah untuk berada di titik tersebut. Tapi dengan dukungan orangtua, teman serta kuatnya tekad dalam diri membuahkan hasil yang manis untuk dinikmati. Walau begitu, ia tak lepas dari banyaknya cibiran yang menghujamnya. Terkadang membuatnya putus asa hingga seringkali perlu menepi untuk mengambil nafas. Tapi itulah pahitnya tantangan, Angga berhasil bangkit kembali dan menjadi lebih kuat untuk menghadapi cibiran yang ada. Setiap prestasi yang ia torehkan menjadi kekuatan dan pegangan untuknya. Tentu, perjuangan tidak pernah mengkhianati hasil. Angga sebagai siswa yang berprestasi dalam seni tari menunjukkan bahwa kesuksesan tidak hanya terbatas pada aspek akademis, tetapi juga dapat diraih dengan keunggulan dalam bidang budaya dan seni. Ia membuktikan bahwa dengan dedikasi, latihan konsisten, dan semangat tinggi, ia dapat mencapai puncak di bidang yang mereka tekuni. Lebih daripada itu, keberhasilan mereka di dalam seni tari menginspirasi teman-teman sebayanya untuk menghargai dan melestarikan budaya lokal. Angga tidak hanya menghidupkan kembali warisan

Read More »

Dahsyatnya Fitnah Wanita

Buku ini membahas tentang fitnah wanita yang menjerumuskan para laki-laki dalam perkara yang haram dan menghalangi mereka dari perbuatan yang baik.

Read More »

Mempersiapkan Gelombang Baru Pembelajaran: Menyambut Deep Learning di Tahun Ajaran Mendatang

Lonceng sekolah akan segera berdering, menandakan dimulainya tahun ajaran baru. Di balik semangat pertemuan kembali dan buku-buku baru, tersimpan sebuah potensi transformatif yang siap diarusutamakan dalam dunia pendidikan: deep learning. Lebih dari sekadar tren pedagogis, deep learning menjanjikan pergeseran fundamental dalam cara siswa belajar dan guru memfasilitasi pembelajaran. Namun, menyambut gelombang baru ini memerlukan persiapan yang komprehensif dan kolaboratif dari seluruh ekosistem pendidikan. Artikel ini akan mengupas tuntas langkah-langkah krusial yang perlu diambil untuk memastikan integrasi deep learning yang efektif dan bermakna di tahun ajaran mendatang. Mengurai Makna Deep Learning dalam Konteks Pendidikan Sebelum melangkah lebih jauh, penting untuk memahami esensi dari deep learning dalam konteks pendidikan. Deep learning melampaui hafalan fakta dan prosedur rutin. Ia berfokus pada pengembangan pemahaman yang mendalam, kemampuan untuk menerapkan pengetahuan dalam konteks baru, dan transfer pembelajaran lintas disiplin ilmu. Siswa didorong untuk berpikir kritis, memecahkan masalah kompleks, berkreasi, dan berkolaborasi secara efektif. Intinya, deep learning bertujuan untuk menghasilkan pembelajar seumur hidup yang adaptif dan siap menghadapi tantangan dunia nyata. Pilar-Pilar Persiapan bagi Pendidik: Lebih dari Sekadar Mengajar Para pendidik memegang kunci utama dalam mengimplementasikan deep learning di kelas. Persiapan bagi mereka bukan hanya tentang menguasai materi ajar, tetapi juga tentang mengadopsi paradigma pengajaran yang baru. Mempersiapkan Siswa: Menjadi Pembelajar yang Berdaya Deep learning menuntut siswa untuk mengambil peran yang lebih aktif dan bertanggung jawab dalam pembelajaran mereka. Persiapan bagi siswa melibatkan penanaman pola pikir yang mendukung pertumbuhan dan pengembangan keterampilan metakognitif. Peran Sekolah dan Orang Tua: Menciptakan Ekosistem Pendukung Implementasi deep learning yang sukses membutuhkan dukungan yang kuat dari seluruh ekosistem pendidikan. Menuju Tahun Ajaran Baru yang Transformif Mempersiapkan diri untuk menyambut deep learning di tahun ajaran mendatang adalah investasi jangka panjang dalam masa depan pendidikan. Ini bukan hanya tentang mengadopsi metode pengajaran baru, tetapi tentang menumbuhkan generasi pembelajar yang memiliki pemahaman mendalam, keterampilan relevan, dan semangat untuk terus belajar dan berkembang. Dengan perencanaan yang matang, kolaborasi yang kuat, dan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan, gelombang baru pembelajaran ini akan membawa perubahan positif yang signifikan bagi siswa dan dunia pendidikan secara keseluruhan. Mari kita sambut tahun ajaran baru dengan semangat inovasi dan keyakinan bahwa deep learning akan membuka pintu menuju potensi belajar yang tak terbatas. This article was written by: Suwono, S.Pd

Read More »

Belajar Sambil Berkarya: Siswa SMA Negeri 3 Penajam Paser Utara Produksi Gula Aren dari Nira

Penajam Paser Utara – Siswa-siswi SMA Negeri 3 Penajam Paser Utara menunjukkan semangat belajar yang tinggi dalam kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Kearifan Lokal, melalui praktik pembuatan gula aren secara sederhana di lingkungan sekolah. Kegiatan ini dipandu langsung oleh para fasilitator kelas dan penanggung jawab P5 Pak Andre dan Ibu Ekawati. Proyek ini bertujuan untuk mengenalkan kembali kepada generasi muda salah satu warisan budaya lokal yang mulai jarang dikenal, yakni proses tradisional pembuatan gula aren dari air nira pohon enau. Kegiatan dilakukan secara bertahap, dimulai dari pengenalan pohon aren, pengambilan air nira, hingga proses pemanasan dan pencetakan menjadi gula padat siap pakai. Setiap kelas mendapatkan jatah 2,5 liter air nira sebagai bahan utama dalam praktik pembuatan gula aren. Air nira tersebut kemudian diolah oleh siswa melalui proses tradisional yang sederhana namun sarat pembelajaran. Mulai dari proses pemanasan di atas kompor, pengadukan secara terus-menerus, hingga pencetakan gula ke dalam cetakan batok atau wadah lainnya. “Proyek ini bertujuan mengenalkan siswa pada warisan budaya lokal dan mengasah keterampilan mereka dalam pengolahan bahan alam yang bernilai ekonomi,” ungkap Ibu Ekawati. Ia juga menambahkan bahwa proses ini mengajarkan siswa nilai-nilai kesabaran, kerja keras, dan kerja sama tim. Siswa yang terlibat tampak antusias mengikuti setiap proses. Selain mendapatkan pengetahuan baru, mereka juga memahami pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur. Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran kolaboratif, di mana siswa bekerja sama, berbagi tugas, dan menyelesaikan proses secara bersama-sama. Kegiatan berlangsung meriah dan penuh semangat. Siswa dari berbagai kelas tampak sangat antusias mengikuti seluruh tahapan, mulai dari persiapan hingga hasil akhir. Beberapa siswa bahkan berlomba-lomba mencetak gula dengan bentuk menarik. “Saya baru pertama kali melihat langsung cara membuat gula aren. Ternyata seru dan cukup menantang, apalagi saat harus mengaduk nira yang panas,” kata Bagus salah satu siswa kelas X sambil tersenyum. Melalui kegiatan ini, SMA Negeri 3 Penajam Paser Utara tidak hanya menanamkan nilai-nilai kebudayaan lokal, tetapi juga mendorong pembelajaran aktif berbasis pengalaman nyata, selaras dengan semangat kurikulum merdeka.Dengan dukungan penuh dari sekolah dan semangat siswa yang tinggi, kegiatan P5 ini menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran bisa dikemas dengan menyenangkan dan bermakna, sambil tetap melestarikan kearifan lokal yang berharga. This article was written by: Sitti Amelia, S.Pd

Read More »

Pelepasan Siswa SMAGA: Bukan Akhir, Tapi Awal Perjalanan Baru

Penajam Paser Utara _ Perpisahan dan pelepasan murid di sekolah bukan sekadar agenda tahunan. Tapi sebuah tradisi yang menyimpan lapisan emosi. Bahkan menjadi bagian dari budaya pendidikan di Indonesia meskipun bentuk dan skalanya berbeda-beda dimulai dengan yang sederhana sampai ke level yang memukau. Namun hakikatnya tetaplah sama yakni melepas murid yang telah menyelesaikan satu jenjang pendidikan. Tak hanya itu, di momen perpisahan sekolah selalu ada tawa yang mengiringi jejak kenangan, ada tetesan air mata yang tak mampu tepiskan, ada suasana haru karena melangkah menuju mimpi hingga berpelukan yang lebih berbicara daripada sekadar kata-kata. Semua momen itu merupakan bagian dari kejadian batin yang diam-diam mengajarkan banyak hal mengenai waktu, makna pertemanan, dan merelakan sesuatu yang sudah seharusnya berakhir. Diiringin cuaca mendung yang bergelayut di langit, perpisahan dan pelepasan kelas XII angkatan XXI dilaksanakan secara meriah dan penuh haru di lapangan SMAN 3 Penajam Paser Utara pada Hari Rabu, 30 April 2025. Seluruh siswa kelas XII tampil anggun dan menawan dengan balutan busana kebaya dan jas pilihan terbaiknya. Acara yang dimulai dari pembukaan, penampilan seni, sambutan, penganugerahan siswa berprestasi hingga puncak pelepasan yang menjadi rangkaian akhir acara pelepasan dan perpisahan di SMAN 3 Penajam Paser utara. Dalam sambutan kepala sekolah Bapak Yusva menyampaikan agar seluruh murid tetap menjaga nama baik sekolah dan menjaga silaturahmi dengan guru jika bertemu dengan guru. Menurut beliau, mengapa guru tidak menegur lebih dahulu karena banyaknya siswa yang diajarnya apalagi masa baktinya sudah lama jadi ingatan kepada nama siswa juga memiliki keterbatasan. “Angkatan XXI merupakan angkatan yang banyak menorehkan banyak prestasi yang mengharumkan nama baik sekolah baik di tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga nasional” ujar Pak Yusva dalam sambutannya. Begitu juga menurut salah satu kelas XII yang bernama Sabrina Ramadhani yang mendapat apresiasi sebagai siswa yang berprestasi sampai ke tingkat nasional sampai dua kali yakni sebagai potret Kurikulum Merdeka dan AHM Best Student.  Menurut Sabrina Ramadhani perpisahan sebagai refleksi yakni “Selama di SMA saya mendapat banyak momen berharga yang tidak akan pernah saya lupakan termasuk jadi salah satu siswa berprestasi, di balik setiap pencapaian itu ada perjuangan dan tenaga juga yang saya korbankan. Nggak selalu mudah, ada saat-saatnya saya gagal, capek, dan ragu sama diri sendiri. Tapi dari situ saya belajar untuk terus berusaha. Dan kegagalan-kegagalan kecil itulah saya tumbuh. Saya bersyukur dan berterima kasih punya keluarga, guru, dan teman-teman yang terus mendukung saya.  Prestasi ini bukan hanya milik saya, tapi juga milik semua yang sudah percaya dan menemani saya sepanjang perjalanan sekolah di SMAN 3 PPU”.  Itulah ungkapan rasa haru dan juga rasa bangga atas pencapaian prestasi Sabrina yang penuh perjuangan yang membuahkan hasil. Sampai puncak haru terasa saat pemutaran video kenangan perjalanan tiga tahun di bangku SMA. Banyak siswa tampak meneteskan air mata, mengenang momen suka duka selama proses belajar bersama. Sebagai penutup, seluruh siswa kelas XII mengabadikan momen dalam sesi foto bersama. “Ini bukan akhir, tapi awal dari cerita kami yang baru. Terima kasih SMAN 3 untuk segala kenangan indahnya,” ujar Tabina Anindita salah satu siswa kelas XII dengan mata berkaca-kaca yang banyak menorehkan prestasi terutama di jurnalistik. Acara perpisahan ini menjadi bukti bahwa akhir masa SMA bisa begitu indah, penuh makna, dan tak akan mudah dilupakan. This article was written by: Suciati, S.Pd

Read More »

SMAN 3 PPU Peringati Hari Pendidikan Nasional 2025 dengan Upacara Khidmat

Penajam, 2 Mei 2025 — Suasana khidmat dan penuh semangat menyelimuti halaman SMAN 3 Penajam Paser Utara (PPU) pada Jumat pagi, 2 Mei 2025. Seluruh warga sekolah berkumpul untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dengan melaksanakan upacara bendera sebagai bentuk penghormatan kepada Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hadjar Dewantara. Upacara dimulai pukul 07.00 WITA dan diikuti oleh kepala sekolah, guru, staf, serta seluruh siswa kelas X hingga XII. Bertindak sebagai pembina upacara adalah Bapak Suwono, salah satu guru senior SMAN 3 PPU yang dikenal sebagai sosok pendidik inspiratif dan berdedikasi tinggi. Dalam amanatnya, Pak Suwono menyampaikan tiga poin penting sebagai refleksi Hari Pendidikan Nasional, yaitu: “Mari kita jadikan Hari Pendidikan Nasional ini sebagai momentum untuk merefleksikan kembali makna pendidikan. Tidak hanya soal akademik, tetapi bagaimana pendidikan membentuk manusia yang cerdas, berkarakter, dan sehat,” tegas Pak Suwono. Selain itu, upacara juga dimeriahkan dengan pembacaan puisi bertema pendidikan oleh siswa OSIS, serta penampilan barisan petugas upacara yang tampil disiplin dan percaya diri. Peringatan Hardiknas 2025 di SMAN 3 PPU tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga sebagai bentuk komitmen bersama untuk terus memajukan dunia pendidikan.

Read More »

Sejarah Astronomi

Artikel ini menjelaskan tentang gambaran umum asal mula usul astronomi dan perkembangannya di Eropa Barat hingga masa Isaac Newton.

Read More »

SMAGA BERBENAH MENUJU ZERO SAMPAH

Sepaku, 19 Agustus 2024 — SMA Negeri 3 PPU, salah satu sekolah di Kabupaten Penajam Paser Utara, telah meluncurkan program untuk menjadi sekolah zero sampah. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengurangi dampak lingkungan dari sampah plastik yang dihasilkan selama jam sekolah. SMA Negeri 3 PPU yang disingkat SMAGA sedang melakukan Kampanye “Zero Sampah” yang mencakup berbagai inisiatif untuk mengurangi sampah dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama sampah plastik. Mereka diajak untuk membawa pulang sampah plastik yang mereka hasilkan, baik itu dari bekal makan siang, kemasan makanan ringan, maupun sampah lainnya. Program Zero Sampah ini melibatkan seluruh komunitas sekolah, termasuk siswa, guru, staf administrasi, orang tua,dan Ketua TIM GSS SMA 3 PPU. Program zero sampah ini diterapkan di seluruh area SMA N 3 PPU, yang terletak di Jalan Negara, KM 36 Desa Tengin Baru, Mulai dari ruang kelas, kantin, hingga area luar sekolah, semua area akan menerapkan praktik-praktik ramah lingkungan sesuai dengan standar program. Zero sampah Ini adalah inisiatif yang sangat bagus untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan menjaga lingkungan sekitar sekolah agar tampak bersih dan hijau. Inisiatif zero sampah resmi dimulai pada bulan Juli 2024. Selama bulan pertama, sekolah telah melakukan sosialisasi dan pelatihan intensif untuk memastikan semua pihak terlibat memahami dan mematuhi pedoman yang telah ditetapkan. Sampah plastik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai dan dapat mencemari tanah, air, dan udara. Dengan mengurangi sampah plastik, kita dapat menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Program ini bertujuan untuk meminimalkan sampah yang dihasilkan oleh sekolah dan mendorong siswa untuk mengadopsi kebiasaan yang lebih berkelanjutan. SMA N 3 PPU menerapkan beberapa strategi untuk mencapai tujuan zero sampah, berikut beberapa strategi yang dipaparkan tim GSS saat sosialisasi kepada peserta didik baru saat MPLS: Kampanye “Zero Sampah” yang dilakukan oleh SMAN 3 PPU merupakan langkah yang sangat baik untuk menjaga lingkungan. Kita semua dapat berkontribusi dalam kampanye ini dengan cara yang sederhana, namun memiliki dampak yang besar. Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk generasi mendatang.

Read More »

Menginspirasi dengan Gerak Tari

Remaja memiliki potensi yang begitu besar untuk tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya unggul secara akademis tetapi juga menginspirasi orang lain di sekitarnya. Sebagai siswa berprestasi, mereka menunjukkan komitmen, kerja keras, dan ketekunan dalam belajar sehingga membuahkan prestasi luar biasa di sekolah. Prestasi tersebut bisa berupa nilai akademis yang tinggi, penghargaan di berbagai kompetisi atau keterlibatan aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler. Namun, yang membuat seorang remaja benar-benar menginspirasi bukan hanya prestasi yang mereka raih, tetapi juga bagaimana mereka memanfaatkan kesuksesan tersebut untuk memberikan dampak positif bagi orang lain. Seorang remaja yang menginspirasi adalah mereka yang berbagi pengetahuan, mendukung teman-teman yang kesulitan, dan menjadi teladan dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Mereka memahami bahwa keberhasilannya tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga dapat digunakan untuk membantu orang lain tumbuh dan berkembang. Remaja yang berprestasi dan menginspirasi ini menjadi contoh nyata bahwa dengan kombinasi antara kemampuan akademis, kepemimpinan, dan rasa tanggung jawab sosial, mereka dapat menjadi agen perubahan yang positif, memotivasi generasi muda lainnya untuk mencapai potensi terbaik mereka dan berkontribusi bagi masyarakat. Pelestarian budaya memegang peranan penting dalam proses pendidikan siswa, kesadaran, dan penguatan pemahaman terhadap warisan yang dimiliki. Dengan melestarikan budaya, siswa dapat meningkatkan identitas serta mengembangkan rasa bangga terhadap asal-usul mereka. Kedua, pelestarian budaya mendorong pemahaman yang lebih mendalam atas istiadat adat dan nilai-nilai turun-temurun, serta tidak kalah pentingnya bagi warisan budaya itu sendiri. Pelestarian budaya juga membekali siswa dengan visi dunia yang lebih luas, mendorong toleransi, dan apresiasi terhadap keragaman budaya. Oleh karena itu, setiap siswa tidak hanya menjadi pengikut tradisi tetapi juga agen perubahan sosial yang mampu mempromosikan dan melindungi warisan budaya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendidikan budaya, siswa dapat belajar pentingnya menjaga keseimbangan antara mempertahankan warisan budaya dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Salah satu budaya yang wajib dilestarikan ialah seni tari. Tari, sebagai ungkapan artistik yang terkandung dalam cerita, adat istiadat dan nilai–nilai masyarakat memiliki peran penting dalam memperjuangkan keberlanjutan warisan kebudayaan. Setiap gerakan dalam tarian tradisional seringkali mengandung makna yang mendalam, mewakili sejarah, kepercayaan dan filosofi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Melestarikan kesenian tari bukan hanya soal memelihara tarian itu sendiri, tapi tentang mempertahankan identitas budaya dan memperkuat ikatan antar generasi. Bagi siswa, mempelajari serta melestarikan kesenian tari membantu mereka memahami dan menghargai kekayaan budaya yang dimiliki, serta berkontribusi pada pelestarian warisan budaya lokal. SMA Negeri 3 Penajam Paser Utara juga memiliki sosok inspiratif tersebut. Ia juga berkontribusi pada banyak kegiatan kebudayaan di luar maupun dalam sekolah bahkan hingga ke kancah internasional. Lutvi Angga Saputra atau kerap disapa Angga, merupakan siswa dari kelas 12-5 yang menjadi agen dalam pelestarian budaya, khususnya seni tari. Gambar 1.2 East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) Sumber: Dokpri Kegigihannya dan kecintaannya terhadap seni tari yang mana telah ia tekuni sejak duduk di bangku sekolah dasar mengantarkannya dalam partisipasi di kegiatan internasional, East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) dan menjadi salah satu penari yang tampil dalam upacara HUT RI ke-79 di Istana Negara Ibukota Nusantara. Mengaku terinspirasi oleh bibi nya yang menjadi Putri Duta Wisata kabupaten Penajam Paser Utara di tahun 2019, Angga kemudian mengikuti kegiatan yg dinaungi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tersebut. Mengikuti berbagai tahapan seleksi mulai dari tes tertulis hingga tes bakat yang mengharuskannya tampil di hadapan peserta lain tak membuat semangatnya surut. Bahkan ia rela menempuh jarak sejauh 62 km yang membutuhkan waktu selama 2 jam demi mengikuti serangkaian kegiatan tersebut. Ia juga menjalani karantina selama lebih dari 1 minggu beserta peserta lainnya selama masa pemilihan. Semua keringat dan air matanya terbayarkan dengan terpilihnya ia menjadi Putra Duta Tari kabupaten Penajam Paser Utara bersama pasangannya, Cecilia Anggun. Sebagai Putra Duta Tari kabupaten Penajam Paser Utara, tentunya ia memiliki banyak kesempatan untuk mengikuti kegiatan berbau kebudayaan diluar sana. Salah satu kegiatan yang luar biasa ialah menjadi salah satu perwakilan dari Indonesia untuk memamerkan kebudayaan Penajam Paser Utara di East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 26-30 Juli silam. Kegiatan tersebut dihadiri oleh beberapa negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Mesir, Polandia, Korea Selatan dan Bulgaria yang memamerkan keindahan budaya masing-masing negara. Angga dan beberapa perwakilan yang lain menuju podium untuk memperlihatkan baju khas kabupaten Penajam Paser Utara dan tak lupa tarian daerahnya. Kegiatan luar biasa yang ia ikuti ialah menjadi salah satu penari dalam penampilan Mawar Eva De Jongh, Novia Bachmid dan Olivia Pardede dalam mengisi Upacara Peringatan HUT RI ke-79 di Ibukota Negara Nusantara, Kalimantan Timur Gambar 1.3 Upacara HUT RI Sumber: Dokpri Menjadi salah satu dari banyaknya penari yang berada disana tentunya berasal dari perjuangan yang tidak mudah. Latihan setiap hari dalam beberapa minggu, hingga harus menempuh jarak yang jauh untuk melakukan latihan gabungan. Selain di luar sekolah, Angga juga tak kalah aktif dalam kegiatan di sekolah. Menjadi salah satu anggota OSIS dalam 2 periode berturut-turut dan menjadi perwakilan sekolah alam kegiatan akademis, Duta Pelajar Sadar Hukum misalnya. tak jarang, ia juga bersedia menyumbangkan tenaganya untuk menari dalam beberapa pesta penyambutan tamu di SMA. Ia juga senang membagikan kepiawaiannya dalam menari, untuk mengajari siswa yang ingin tampil atau mengikuti kegiatan yang berbau seni tari. Angga juga tergabung dengan salah satu program SAC (Smaga Achievers Club) sebagai wadah penyaluran bakat dan potensi siswa di bidang tari tradisional salah satunya. Sama sekali tidak mudah untuk berada di titik tersebut. Tapi dengan dukungan orangtua, teman serta kuatnya tekad dalam diri membuahkan hasil yang manis untuk dinikmati. Walau begitu, ia tak lepas dari banyaknya cibiran yang menghujamnya. Terkadang membuatnya putus asa hingga seringkali perlu menepi untuk mengambil nafas. Tapi itulah pahitnya tantangan, Angga berhasil bangkit kembali dan menjadi lebih kuat untuk menghadapi cibiran yang ada. Setiap prestasi yang ia torehkan menjadi kekuatan dan pegangan untuknya. Tentu, perjuangan tidak pernah mengkhianati hasil. Angga sebagai siswa yang berprestasi dalam seni tari menunjukkan bahwa kesuksesan tidak hanya terbatas pada aspek akademis, tetapi juga dapat diraih dengan keunggulan dalam bidang budaya dan seni. Ia membuktikan bahwa dengan dedikasi, latihan konsisten, dan semangat tinggi, ia dapat mencapai puncak di bidang yang mereka tekuni. Lebih daripada itu, keberhasilan mereka di dalam seni tari menginspirasi teman-teman sebayanya untuk menghargai dan melestarikan budaya lokal. Angga tidak hanya menghidupkan kembali warisan

Read More »
Scroll to Top