Sepaku – Terlihat pemandangan berbeda dan menyejukkan hati setiap hari Selasa hingga Jumat pagi di SMAN 3 Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Sebelum melakukan aktivitas belajar mengajar dimulai, seluruh siswa berkumpul dalam keheningan yang sangat produktif untuk melaksanakan agenda unggulan sekolah.
Kegiatan Literasi Pagi yang berlangsung selama 15 hingga 23 menit ini dirancang secara rutin untuk membangun karakter generasi muda.

Sesi literasi pagi selalu diawali momen khidmat ketika seluruh siswa diwajibkan membaca kitab suci sesuai agama dan keyakinan masing-masing.
Kegiatan pembacaan kitab ini menjadi pondasi penting untuk memulai hari dengan mendekatkan diri pada nilai-nilai spiritual yang sangat mulia.
Diharapkan para siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keimanan kuat, rasa syukur, serta toleransi yang tinggi.
Setelah diberikan siraman rohani melalui kitab suci, kegiatan langsung dilanjutkan dengan program literasi sains dan juga literasi dunia digital.
Pada sesi ini, siswa diajak mengeksplorasi bacaan yang berkaitan dengan perkembangan teknologi terbaru, artikel sains, hingga tips kecakapan internet.
Di era kecerdasan buatan dan keterbukaan informasi, kemampuan memilah informasi serta bijak bermedia sosial adalah modal utama generasi muda.
Melalui rutinitas pagi ini, SMAN 3 Penajam Paser Utara berkomitmen mencetak generasi cerdas yang tidak gagap teknologi masa depan.
Sebagai pembina dan pendamping kegiatan, konsistensi menjadi kunci utama dalam memanfaatkan waktu singkat di awal hari secara efektif ini.
Pemanfaatan waktu terbukti efektif menumbuhkan kebiasaan membaca bagi seluruh siswa tanpa menyita waktu belajar efektif di dalam kelas mereka.
Melalui program literasi pagi yang konsisten, SMAN 3 Penajam Paser Utara terus bergerak maju memberikan layanan pendidikan terbaik mereka.
Sekolah membuktikan bahwa pendidikan bermutu adalah pendidikan seimbang antara kecerdasan spiritual, kecerdasan intelektual, dan juga keterampilan digital siswa.




